Aksi Pangan Sehat: Usaha Penyadaran Produsen dan Konsumen

Teatrikal sebagai cara mensosialisasikan pangan sehat di depan Monumen Bajra Sandhi, Minggu, (27/1). (Foto: Alit/Akademika)

Kelompok Konsumen Pangan Sehat melakukan aksi pangan sehat yang dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandhi, Minggu, (27/1) pukul 08.00 WITA. Dengan mengangkat tema “Pangan Lokal Selamatkan Subak”, gerakan ini diwarnai dengan teatrikal sebagai cara mensosialisasikan pangan sehat

“Selain teatrikal, kami juga memberi informasi tentang pangan sehat dan pangan lokal dengan membagikan brosur serta produk organik sehat, seperti beras, bayam, kacang panjang, jamur, dan lainnya,” jelas Dr. Gde Wijana, selaku penasehat kelompok konsumen pangan sehat.

Melalui visi mensejahterkan petani dengan cara mengkonsumsi produknya, kelompok Konsumen Pangan Sehat (K2PS) Bali telah melakukan berbagai gerakan sebagai langkah mengimbangi atau memperkecil produk-produk impor di negeri sendiri. “Fungsi mengimport produk itu kan sebagai pelengkap jika terjadi kekurangan. Yang perlu diperhatikan sekarang, apakah benar kita kekurangan? Indonesia sangat kaya. Tapi kenapa harus impor?” ungkap Wijana.

Berbagai gerakan tersebut telah dilaksanakan pada acara-acara sebelumnya. Misalnya, karnaval menghias sepeda dengan sayur mayur di Serangan, mengadakan lomba menggambar tanaman bagi anak-anak, lomba menanam pohon, dan lainnya. Dalam gerakan tersebut disertai juga penjelasan mengenai pangan sehat. “Pangan sehat yang dimaksud adalah pangan yang diproduksi melalui pertanian organik, yaitu tidak menggunakan pestisida kimia dan pupuk kimia. Dalam penyimpanan pun dilarang menggunakan bahan pengawet. Sedangkan dalam pengolahan tidak menggunakan pewarna buatan dan penyedap,” beber Wijana.

Kegiatan ini diapresiasi oleh berbagai pihak. Salah satunya Ni Wayan Yuli Lestari, partisipan yang berasal dari Fakultas Pertanian, Unud. “Gerakan ini dapat menyadarkan para konsumen kalau pangan sehat dan pangan lokal itu penting. Selain menjaga kesehatan, juga dapat menyelamatkan subak,” jelas Yuli. Menurutnya, masih banyak kualitas produk pangan lokal yang tidak kalah dengan produk impor.

Kelompok Konsumen Pangan Sehat mengharapkan dengan aksi ini terbentuk penyadaran konsumen tentang pangan sehat, serta penyadaran produsen untuk memproduksi pangan sehat. “Kami dengan beberapa pihak lembaga konsumen pangan sehat, berusaha menggerakkan. Karena pada dasarnya kita adalah konsumen. Untuk bisa berkonsumen yang baik harus memberi binaan kepada produsennya,” tegas Wijana. (Alit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *