Antara Aku, Kamu, dan Tahun 1990

IMG_20150311_0002_001

Judul Buku       : DILAN: Dia adalah Dilanku tahun 1990

Penulis             : Pidi Baiq (@pidibaiq)

Penerbit          : DAR! Mizan

TahunTerbit    : April 2014

Tebal               : 332 Halaman

Harga              : Rp. 59.000,-

 

“Cinta itu indah, jika Bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan. Begitulah kalimat yang akan kalian temukan saat membuka halaman awal novel karya Pidi Baiq ini.  Dengan mengambil situasi tahun 1990, novel karya Sidqi Baiq, yang biasanya menulis buku-buku dengan genre komedi ini, mengisahkan tentang seorang gadis SMA yang pindah sekolah ke Bandung dan bertemu seseorang yang nantinya akan memberikan warna dalam hari-harinya.

Milea namanya. Ia pindah ke Bandung karena ayahnya yang merupakan seorang Prajurit TNI-AD dipindah tugaskan. Suatu hari, dijalan menuju sekolahnya ia bertemu seorang murid laki-laki yang kemudian ia ketahui bernama Dilan. Dilan sendiri bisa dibilang jauh dari kata ‘murid teladan’, dia adalah anggota geng motor yang terkenal di Bandung, dan sudah biasa menjadi langganan guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan) akibat ulah usilnya. Namun siapa sangka, sosok seperti Dilan inilah yang justru kemudian bisa membuat Milea terpikat, sampai-sampai ia memutuskan pacarnya, Beni, yang merupakan anak dari artis film terkenal. Memberikan kado sebuah buku Teka-Teki Silang yang sudah diisi agar Milea tidak pusing memikirkan jawabannya adalah salah satu alasannya.

Bahasa yang digunakan dalam novel ini tidaklah formal, ditambah di beberapa halaman disisipkan gambar ilustrasi yang tentunya memudahkan pembaca untuk masuk ke dalam kisah yang diceritakan Milea. Quotes-quotes yang terdapat di belakang novel ini bisa menjadi daya tarik untuk membeli novel romantis remaja ini, misalnya saja “Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

Novel yang menambah jumlah bacaan dengan tema standar tentang percintaan remaja ini lebih seperti diary flash back Milea semasa SMA, dikarenakan penggunaan sudut pandang orang pertama.  Bagi kalian pembaca yang ingin membaca kisah yang tidak berlanjut atau habis dalam satu novel, tidak disarankan untuk membaca novel ini karena novel ini memiliki akhir yang menggantung dan akan dilanjutkan dinovel selanjutnya yang diberi judul “Dilan Seri Kedua: Dia adalah Dilanku tahun 1991”. (Ary Sandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *