Aroma Karsa, Meniti Jejak Aroma di Sekitar Kita

Judul Buku : Aroma Karsa

Pengarang Buku : Dee Lestari

Penerbit Buku : Bentang Pustaka

Tahun Terbit : 2018

Tebal Buku : 702 halaman

 “Aromamu, Jati. Aku mengikutinya. Ke mana pun. Kamu yang membebaskan aku”—Tanaya Suma

Sebuah lontar kuno yang didengarnya dari Eyang Putri semasa kecil membuat Raras Prayagung bertekad untuk memburu sebuah tanaman sakti bernama “Puspa Karsa”. Tanaman yang dikenal sebagai tanaman sakti mandraguna tersebut konon hanya akan memancarkan aromanya kepada mereka yang dipilihnya.

Dari tekad itulah, Raras Prayagung bertemu dengan Jati Wesi, seorang anak yang lahir dan dibesarkan di TPA Bantar Gebang, dengan julukan “Si Hidung Tikus”. Berkat kemampuan penciuman yang luar biasa dalam mengenali setiap aroma, Jati berhasil memikat Raras untuk mempekerjakannya di Kemara—perusahaan yang dikelola Raras sendiri—dan masuk ke dalam kehidupan pribadinya.

Dalam sekejap, kehidupan Jati perlahan berubah. Mulai dari pertemuannya dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras Prayagung yang mempunyai kemampuan seperti Jati, hingga keterlibatannya dalam ekspedisi Puspa Karsa untuk kedua kalinya. Semakin ia berjalan jauh dalam kehidupan keluarga Prayagung dan ekspedisi Puspa Karsa, ia pun dihadapkan pada banyak hal yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Bahkan ia juga dihadapkan dengan misteri tentang jati dirinya di masa lalu yang seolah lama menghilang dari dirinya.

Dewasa ini, evolusi kehidupan kerapkali menempatkan pancaindra penciuman sebagai hal remeh yang terlupa bagi manusia. Bahkan, aroma yang kita hirup seringkali tertinggal jauh jika dibandingkan dengan tikus, anjing, dan banyak makhluk dunia fauna lainnya.  Kita selaku manusia pun hanya memberi tolak ukur enak atau tidaknya sesuatu yang tersaring indra penciuman kita, tak lebih dari itu.

Dalam buku ini, Dee Lestari mencoba untuk mengajak indra penciuman kita mengembara jauh pada aroma tersembunyi yang seringkali kita abaikan kehadirannya. Jika dibandingkan dengan indra visual, pendengaran, maupun indra lainnya, tak ayal bahwa penciuman kita sangat sulit untuk menggambarkan aroma yang tersaji di sekitar kita. Butuh proses lebih lama bagi otak untuk mengenali sesuatu hanya dengan mengandalkan indra penciuman. Melalui peran Jati Wesi dan Tanaya Suma, dapat kita ketahui  bahwa beberapa aroma yang seringkali kita abaikan karena kebusukannya, ternyata menyimpan aroma manis tersembunyi. Seperti bau menyengat sampah TPA masihlah menyimpan baunya manis mangga ataupun aroma harumnya bunga yang tersembunyi dibalik aroma busuknya. Visualisasi suatu benda yang tergambar melalui indra penciuman tokoh Jati dan Suma sangatlah mendetail. Tak hanya membahas tentang pentingnya indra penciuman bagi kita, novel ini menceritakan proses pertumbuhan tokoh perlahan namun mendetail, hingga konflik antar tokoh akan membawa beberapa praduga yang berhasil dipatahkan Dee dengan endingnya yang tak terduga. Alur maju mundurnya pun dikemas dalam bahasa apik yang dapat membawa kita pada petualangan pencarian Puspa Karsa. Hanya dengan aroma yang terhirup, Jati mampu menciptakan masterpiece-nya untuk Kemara, dan Suma mampu menemukan Jati hanya dengan menghirup aromanya, sesederhana itu.

Terdapat beberapa istilah dalam bahasa latin ataupun beberapa kata asing bagi kita sehingga cukup sulit untuk menghayati dan menikmati alur cerita dalam buku ini. Terkadang, kita harus memahami dan mencerna beberapa kata untuk bisa mengilustrasikan maksud penulis. Akan tetapi di lain sisi, kita juga akan dihadapkan pada gambaran aroma yang tak kita sangka sehingga mau tak mau, kita harus jeli saat menggambarkannya dalam visualisasi penciuman untuk pemahaman yang lebih mendalam terkait maksud sang penulis.

Bagi orang awam, akan terdapat beberapa adegan yang berpotensi menuai kontroversi apabila tak dicerna dengan baik. Istilah-istilah dalam “dunia parfum”, aneka molekul kimiawi hingga beberapa jenis bunga anggrek sebagai bunga utama dalam novel ini mengantarkan kita pada perjalanan riset Dee sebelum melahirkan Aroma Karsa sekaligus menambah pengetahuan baru bagi kita. Secara keseluruhan, buku ini sangat bermanfaat dan cukup seru untuk dibaca di sela-sela kesibukan. Bahkan, beberapa pembaca mengaku mempunyai indra penciuman lebih tajam dari sebelumnya setelah membaca Aroma Karsa.

Percayalah, semilir aroma semesta yang hinggap sementara di penciuman, mengandung berbagai aroma baru untuk ditelusuri. Selamat berlayar di dunia aroma yang penuh teka teki! (Ainun/Kristika/Juniantari/Akademika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *