Bakta, Jawab Keluhan Mahasiswa

Agenda Sidang Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa PM UNUD diawali dengan acara Temu Rektor pada Minggu, (3/2) di Gedung Student Center Lantai 4.

Temu Rektor dihadiri hanya oleh beberapa perwakilan UKM seperti UKM Pramuka, Perisai Diri, Robotik, Teater Orok, dan LPM Akademika. Sedangkan dari perwakilan Lembaga Kemahasiswaan Fakultas juga hanya dihadiri setengah dari jumlah seluruh fakultas, diantaranya perwakilan Fak. Kedokteran, Fak. Sastra, Fak. Peternakan, Fak. Pertanian, Fak. Pariwisata, Fak. Ilmu Sosial dan Politik yang turut hadir menyuarakan aspirasi dalam Temu Rektor kali ini.

Selama hampir 300 menit, perwakilan mahasiswa baik UKM maupun senat Fakultas memberondong Prof. Bakta dengan berbagai keluh kesah berkaitan dengan kelangsungan kehidupan organisasi mahasiswa utamanya permasalahan keuangan pada UKM serta kurangnya pemenuhan standar kebutuhan akademik.

Sebagian besar mahasiswa mempertanyakan mengenai kelanjutan pembangunan di masing-masing fakultas seperti yang diungkapkan oleh perwakilan BEM Fakultas Peternakan. ”Kami membutuhkan penjelasan mengapa gedung kami di Bukit digunakan oleh Farmasi begitu juga dengan gedung kuliah yang dijadikan satu dengan swalayan dan radio. Belum lagi dengan gedung kami di kampus Sudirman yang keadaannya memprihatinkan,” ujar perwakilan dari Fakultas Peternakan.

Rektor UNUD Prof. Bakta mengatakan bahwa memang permasalahan keuangan tidak dapat dihindari berkaitan dengan kewenangan Kementrian Keuangan dalam pencairan dana sehingga dana baru bisa cair pada bulan Maret.

“Untuk kebutuhan yang mendesak organisasi kemahasiswaan dapat berkonsultasi dengan Pembantu Rektor III dan Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan yang nantinya akan dilanjutkan ke Rektor,”  ucap Bakta. Sedangkan bagi persoalan kejelasan letak kampus, dikembalikan lagi kepada otorisasi fakultas yang dapat menentukan mengenai hal tersebut.

Pada akhir acara, mantan Presiden BEM Elbinsar Purba memberikan penjelasan terkait kajian perihal berbagai permasalahan yang dihadapi Udayana terutama mengenai kesenjangan antar fakultas, akademik dan alumni. “Yang seharusnya kita petanyakan adalah bagaimana perencanaan visioner Universitas Udayana 20-30 tahun lagi, mau jadi apa sih Udayana kedepan nanti?” ujarnya bersemangat. Elbin menyatakan harapan bahwa nanti ketika Rektor baru terpilih, akan ada kajian mengenai perencanaan masa depan Udayana. “Kita punya profosor-profesor yang tentunya dapat diberdayakan dalam penyusunan langkah strategis untuk Udayana kedepan,” pungkasnya. (Mega)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *