Bakti Alam: Bentuk Nyata Pengamalan Tri Hita Karana

Jembrana, 4 Mei 2019. Tim Bantuan Medis Janar Duta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengadakan bakti alam berupa penanaman bakau dan pelepasan tukik. Acara ini bertempat di Taman Mangrove Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Kegiatan bakti alam yang bertajuk “Pay back in action with coastal devotion” ini bertujuan untuk menciptakan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, selaras dengan konsep Tri Hita Karana. I Gde Pangestu Putrama Winatha, selaku ketua panita menjelaskan Tim Bantuan Medis Janar Duta ini memiliki konsep Tri Hita Karana, yaitu di mana konsep hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama manusia, serta hubungan manusia dengan lingkungannya. “Kemarin kan sudah ada kegiatan donor darah, itu sudah termasuk hubungan manusia dengan manusia. Nah, sekarang dengan kegiatan bakti alam ini, menunjukkan hubungan manusia dengan lingkungannya” ujar Pangestu.

Acara ini terdiri dari penanaman pohon bakau dan pelepasan tukik. Sepatah kata pembuka dari Nyoman Satria Sadu Bhaskara selaku ketua Tim Bantuan Medis Janar Duta, lalu laporan dari panitia serta sambutan oleh camat setempat menjadi tanda dimulainya kegiatan ini, yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan teknis kepada para peserta dari perwakilan warga Desa Tuwed, siswa-siswi SD sampai SMA di sekitar Desa Tuwed, dan undangan mengenai mekanisme penanaman pohon bakau yang benar.

Hal yang cukup unik dan menarik adalah saat prosesi pelepasan tukik, sebab para peserta dianjurkan untuk memberi nama pada tukik yang akan mereka lepaskan, serta didoakan supaya tukik tersebut selamat hingga mampu hidup dengan umur yang panjang. Namun, saat pelepasan tukik akan dilaksanakan, ternyata ada nelayan yang dengan santainya menebar jaring tak jauh dari lokasi pelepasan tukik. Pangestu menjelaskan bahwa itu murni kesalahan nelayan tersebut, sebab sebelumnya pihak panitia telah melakukan koordinasi kepada ketua kelompok nelayan setempat untuk menghimbau masyarakatnya agar tidak melakukan penebaran jaring selama seminggu selepas acara bakti alam ini berlangsung.

Pemilihan lokasi penanaman bakau di daerah Bali Barat ini bukan tanpa alasan, Taman Mangrove Desa Tuwed ini dipilih karena masih kurangnya tanaman bakau yang tumbuh di pesisir pantai Bali Barat ini. “Sebelumnya kita sudah berkonsultasi dengan Tahura Ngurah Rai, mengenai di mana lokasi yang perlu ditanami bakau. Berhubung di Bali Selatan sudah banyak bakau yang tertanam, kemudian pihak Tahura Ngurah Rai menyarankan untuk melakukan penanaman di daerah Bali Barat karena banyaknya lahan yang kosong dan perlu ditanami pohon bakau” pungkas Pangestu.

Pangestu juga menambahkan langkah selanjutnya setelah Tim Bantuan Medis Janar Duta ini melakukan penanaman pohon bakau. “Kedepannya itu bakal ada follow-up gitu, jadi kita sudah kerjasama dengan Mangrove Nusantara, untuk 6 bulan kedepan mereka yang akan mengecek. Jadi update-nya setiap 3 bulan. Mereka mengirimkan pupuk dan sebagainya.” tambah Pangestu.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan games yang diikuti seluruh peserta, disertai dengan pembagian piagam penghargaan bagi peserta perwakilan SMP dan SMA di Jembrana yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti alam ini.(Agus/Jaya/Akademika)