Bali Diteror, GMNI Tuntut Kepolisian

IMG_3094 - CopyPertemuan GMNI dengan Kabid Humas Polda Bali untuk menyampaikan 4 tuntutan.

IMG_3114 - CopyAksi turun ke jalan GMNI  di depan kantor Polda Bali, Jalan Wr.Supratman.

Teror bom yang sampai di kantor Kecamatan Buleleng beberapa hari lalu menggugah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melancarkan aksi damai ke Polda Bali hari ini Rabu (20/16).

Bali sedang dirundung kegelisahan, teror bom berbentuk surat kaleng yang sampai di kantor Kecamatan Buleleng beberapa hari yang lalu kini hangat di telinga masyarakat Bali. Surat itu berisi teror peledakan bom yang akan dilakukan di beberapa daerah vital di Bali. Menanggapi kejadian ini, GMNI Denpasar tidak mau tinggal diam. Organisasi kemahasiswaan ini melancarkan aksi damai mendukung Polri dan Polda Bali dalam memerangi terorisme hari ini, Rabu (20/16).

“Aksi ini kita lakukan untuk membumikan kembali nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam isu akhir-akhir ini kita mengalami degradasi semangat, degradasi persatuan. Kita sebagai generasi intelektual dengan label mahasiswa tak boleh buta akan realita,” ungkap I Putu Sindhu Andredita selaku koordinator lapangan aksi damai GMNI.

Aksi ini berlangsung mulai pukul 12.00 WITA di Polda Bali Jalan Wr. Supratman, Denpasar. Rombongan peserta berjumlah sekitar 15 orang yang berasal dari internal GMNI berkumpul di ruang Press Polda Bali. Dalam ruangan itu mereka menyampaikan maksud dan tujuan aksi mereka melalui pertemuan dengan Kabid Humas Polda Bali, Heri Wiyanto. GMNI menyampaikan bahwa mereka mendukung penuh Polri dan Polda Bali dalam memerangi terorisme dengan 4 tuntutan.

Tuntutanan-tuntutan tersebut diantaranya 1) Mengikutsertakan organisasi mahasiswa nasionalis dalam gerakan nyata melawan teroris di daerah; 2) Polda Bali harus menjadi motor penggerak gerakan kebangsaan berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan UUD 1945 di Bali; 3) Polda Bali harus menjadi pelopor gerakan Trisakti Bung Karno dalam menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya berkepribadian dalam kebudayaan; 4) Polda Bali merumuskan strategi untuk melawan aksi terorisme dengan berbasis integrasi sosial yang berkesinambungan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, Gotong Royong dan rasa persaudaraan.

Heri Wiyanto selaku Kabid Humas Polda Bali menanggapi positif tuntutan dari ini. “Terimakasih atas dukungan mahasiswa. Tugas melawan terorisme memang bukan hanya tugas dari kepolisian, tetapi juga tugas dari seluruh elemen masyarakat di Bali,” ujar Heri. Heri menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi di Buleleng merupakan tantangan bagi kepolisian di Bali. Polisi sedang mengungkap benar atau tidaknya surat itu berasal dari kelompok-kelompok yang berbahaya atau hanya dari tangan-tangan oknum tak bertanggung jawab. “Kita sudah mengetahui kendaraannya, dan kemungkinan orangnya. Mudah-mudahan bisa segera diketemukan siapa pelakunya,” kata Heri.

Pertemuan singkat GMNI dengan Kabid Humas Polda Bali kemudian dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan depan Kantor Polda Bali. GMNI menyeru kepada masyarakat agar tidak takut melawan terorisme. “Terorisme merupakan gerakan yang mencoba memecah belah kita sebagai sebuah bangsa. Ekonomi sudah dieksploitasi, kebudayaan sudah dipenetrasi, kedaulatan sudah dihancurkan, lalu apa yang tersisa? Hanya dengan persatuan, kita bisa menangkal radikalisasinya,” ujar I Putu Sindhu Andredita.

(Adinda, Khania)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *