#BaliTidakDiam: Suara Masyarakat Bali Terhadap Masalah Nasional

Selasa, 24 September 2019 – Aliansi mahasiswa serta elemen masyarakat se-Bali melakukan aksi damai bertajuk #BaliTidakDiam di depan kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) dan Gubernur Provinsi Bali, Renon, Denpasar.


Aksi damai ini dilakukan untuk menuntut langkah pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi. “Tujuan dari aksi ini memberikan mosi tidak percaya terhadap DPRD serta Gubernur Bali untuk disampaikan ke DPR-RI serta Pemerintah Pusat. Sesuai tagline kita #DemokrasiDikebiri dan #ReformasiDikorupsi,“ ujar Abror Toriq Kannjila selaku Humas Aksi Bali Tidak Diam.

Berdasarkan Kajian Aliansi Mahasiswa Bali, ada empat isu nasional yang ditanggapi oleh aksi ini. Isu pertama, tentang rasisme di Papua. Kajian oleh Aliansi Mahasiswa Bali ini menyebutkan eksistensi “Pendekatan Militer“ di Papua yang berakibat pada isu HAM di Papua. Isu HAM Papua pun semakin meledak dengan adanya pengepungan mahasiswa Papua di Surabaya. Ketegangan di Papua ini pun akhirnya semakin diperkeruh dengan adanya pembatasan internet oleh pemerintah terhadap masyarakat Papua.


Isu kedua yang ditanggapi oleh aksi ini adalah, polemik revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Menurut Kajian Aliansi Mahasiswa Bali, revisi UU KPK ini sangat terburu-buru dan abai dengan aspirasi masyarakat. Kajian ini juga menilai ada banyak pasal-pasal kontroversial yang tendensius dan melemahkan KPK. Isu ketiga, menanggapi Revisi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dinilai kontroversial, misoginis, mengekang kebebasan berekspresi, serta mengganggu privasi masyarakat. Isu keempat adalah terkait kurang tanggapnya pemerintah terhadap peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Aksi ini memiliki empat poin tuntutan:

1. Mendesak Presiden Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) tentang revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
2. Menolak RKHUP yang banyak menuai polemik serta dianggap perancangannya oleh DPR-RI terkesan terburu-buru dan ngawur.
3. Penyelesaian terhadap masalah kebakaran hutan yang terjadi di Riau, Kalimantan dan sekitarnya, serta pelaku pembakaran hutan dipidanakan.
4. Menuntaskan permasalahan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua.
“Apabila tuntutan yang dilontarkan teman-teman massa khususnya di Jakarta serta yang di daerah lain dalam menyuarakan tuntutan yang bersifat nasional ini maka kita, mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di Bali akan berangkat ke Jakarta,“ tambah Abror.

Aksi ini dimulai pukul 13.00 WITA di sebelah Timur Lapangan Renon, Denpasar. Massa bergerak dari Timur Lapangan Renon menuju depan Monumen Bajra Sandhi Renon kemudian dilanjutkan dengan aksi orasi di depan kantor DPRD dan Gubernur Provinsi Bali. Aksi pada hari ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Bali serta beberapa elemen masyarakat. “Berkaca dari konsolidasi kemarin setidaknya ada 500 Mahasiswa yang akan turun ke jalan, dikarenakan banyaknya mahasiswa Bali yang responsif diperkirakan ada setidaknya sekitar 2000-3000 mahasiswa serta elemen masyarakat Bali yang turun ke jalan dalam aksi ini,“ (Tejasena/Akademika)

Satu tanggapan untuk “#BaliTidakDiam: Suara Masyarakat Bali Terhadap Masalah Nasional

  • Oktober 9, 2019 pada 8:39 am
    Permalink

    Halo.

    Dimana saya dapat men-download XEvil gratis di website anda?
    Mendapat informasi dari dukungan Anda. XEvil benar-benar program terbaik untuk captcha solution, tapi aku butuh versi terbaru dari itu.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *