Bazaar Berdarah

“Saya tidak tau kenapa tiba- tiba dia memukul saya, tadinya minta uang bazaar tapi tiba-tiba dia langsung memukul pipi kiri saya,” ucap salah seorang mahasiswa ’09 yang menjadi korban pemukulan oleh seniornya.

Lagi,  kekerasan fisik yang dilakukan oleh senior kepada juniornya terjadi. Kali ini menimpa mahasiswa Fakultas Pariwisata (Fak. Par) Unud. Ini terjadi ketika salah seorangh senior (mahasiswa ’08) berinisial “R” meminta uang bazaar kepada juniornya. “ dia minta uang bazaar, tapi saya bilang belum, lalu dia mukul,”  terang korban pemukulan yang berinisial “A”.

“R” menampik bahwa penyebab  dia memukul juniornya hanya akibat uang bazaar yang belum dilunasi oleh korban. Tetapi, mata korban yang seolah–olah menantanglah yang konon membuatnya kesal dan melayangkan pukulan  dipipi sebelah kiri korban. “Dia seolah–olah menantang saya mangkanya saya pukul,”  ujarnya dengan wajah kaku.

Fak . Pariwisata  sendiri mengadakan bazaar yang berlangsung pada tanggal 2-4 aprill 2010 untuk menggalang dana BK ( Badan Kekeluargaan). “ kita tidak punya dana untuk BK mangkanya kita mengadakan bazaar, sama seperti tahu-tahun sebelumnya,” ujar soni ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fak. Pariwisata.

Penjualan tiket bazaar pada tahun ini memang ditugaskan kepada Maba(Mahasiswa Baru). Namun, dosen dan senior juga dilibatkan dalam penjualan tiket bazaar tersebut. “Mahasiswa ’09 diwajibkan menjual tiket bazaar sebanyak 5 lembar,”  ujar Darmaji salah satu panitia bazaar.

Kejadian itu ternyata  tidak hanya berhenti di kampus saja. Seolah kurang puas memukul korban sepulang dari kampus tanpa sepengetahuan korban, senior tersebut mengikuti laju motor juniornya. Dan ketika sampai di sekitar jalan Diponegoro, senior itu kembali memukul korban hingga hidung korban berdarah. “Saya tidak tau. Saya mau ngambil sponsor buat acara besok (dialog public-red), tiba–tiba saja dari belakang saya dipukul,” ujar korban.

Kejadian ini sangat disesali oleh korban. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Karena dengan kejadian seperti ini dapat mencoreng nama baik senior–senior lain. Sebab dengan kejadian seperti ini junior sepertinya dapat meng-cap bahwa senior itu selalu sewena– wena kepada juniornya. “Saya menyesali kejadian ini, toh ini bisa menjelekkan nama dia sendiri kan,” ujarnya dengan muka kesal. (Asykur)

You May Also Like