BEM-PM Unud Bahas Reklamasi Melalui Diskusi Hingga Petisi

 

Kita melihat dampak negatif dari reklamasi lebih banyak merugikan masyarakat,” tegas I Ketut Agus Mahendra saat diwawancara sehabis acara diskusi mengenai reklamasi bersama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dilingkungan Universitas Udayana (03/05).

Lebih lanjut I Ketut Agus Mahendra menjelaskan bahwa diadakannya diskusi mengenai reklamasi sebenarnya bukan untuk melihat siapa yang mendukung dan siapa yang menolak. BEM-PM cenderung ingin mengetahui sejauh mana sikap peduli diantara ormawa yang terdapat di lingkungan Universitas Udayana.

Kegiatan diskusi dibuka oleh Menteri Kajian Aksi dan Kebijakan Publik. Awalnya berjalan normal, namun lambat laun acara diskusi semakin hangat. Muncul pendapat dari masing-masing ormawa yang kemudian menjadi sorotan diantara semua peserta yang hadir. Sudut pandang dari masing-masing peserta sangat variatif, mulai dari sudut pandang kelautan, pariwisata, ekonomi hingga politik.

“Sangat baik jalannya diskusi, karena dari masing masing ormawa punya cara pandang berbeda. Itu menandakan bahwa mahasiswa mempunyai tanggapan dan sikap yang tegas,” ujar Dharma Raharja, yang hadir dalam diskusi mewakili BPM Fakultas Kelautan dan Perikanan.

Beberapa hari sebelum diskusi diadakan, sebenarnya BEM-PM sudah mengeluarkan petisi terkait sikapnya untuk menolak reklmasi. Dari data yang didapatkan melalui website change.org dimana petisi itu dipublikasikan, sudah ada sekitar 403 orang yang menandatangani penolakan reklamasi Teluk Benua.  “Itu merupakan langkah kita untuk memperlihatkan bahwa reklamasi itu berdampak negatif kepada masyarakat,”  ujar Pratama Santoso selaku Menteri Kajian Aksi Dan Kebijakan Publik.

 (Ardy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *