BERBEDA TAPI BERMAKNA

123Ni Luh Putu Desy Mustika Yani (22)

Ni Luh Putu Desy Mustika Yani (22), yang akrab disapa Desy merupakan salah satu dari banyak anak muda yang terjun ke dunia bisnis. Gadis kelahiran 6 Desember 1994 ini merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang sudah resmi menyandang gelar S.E. pada tahun 2016 dan menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga setengah tahun. Desy juga memiliki beberapa prestasi yaitu menjadi Juara I Bussines Plan Cooperative Fair ESCO Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tingkat Nasional tahun 2015, Juara III Lomba Cipta Karya Kreatif Desain Endek Disperindag Kota Denpasar tahun 2015 dan pernah menjabat sebagai  ketua dari UKM KOPMA (Koperasi Mahasiswa) pada tahun 2014-2016.

Desy yang sudah ingin terjun di dunia bisnis setelah lulus kuliah, pada akhirnya mampu merealisasikannya. Dengan alasan sebagai mahasiswi ekonomi yang sudah mendapatkan banyak pelajaran serta pengalaman dan sudah terbiasa capek dan bekerja keras saat bergabung di UKM KOPMA, akhirnya kebiasaan-kebiasaan itu terbawa sampai sekarang.

Desy bekerja sama dengan beberapa rekannya membuka bisnis yang diberi nama Shatuh Begina Denpasar. Bisnis yang dijalani oleh Desy saat ini memang sedikit berbeda dari bisnis-bisnis anak muda lainnya. Ini karena mereka memproduksi Shatuh dan Begina yang merupakan salah satu jajanan Bali yang sering digunakan sebagai perlengkapan sarana upakara atau biasa disebut banten oleh umat Hindu.

234

Farina rasa dan bentuk jajanan Shatuh dan Begina yang bisa disajikan bersama kopi

Bisnis yang dimulai pada awal tahun 2016 ini berawal saat mengikuti kegiatan Pemerintahan Kota Denpasar salah satunya kuliner Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar menginginkan anak muda mengembangkan jajanan Shatuh ini agar lebih diminati dan tidak dibuang begitu saja setelah digunakan sebagai sarana upakara. Dari situ muncullah ide untuk mengembangkan Shatuh dan Begina dengan berbagai bentuk dan rasa. “Kenapa diisi rasa-rasa, supaya anak kecil, generasi muda dan berikutnya itu tahu kalau ada Shatuh dan Begina. Shatuh dan Begina adalah cemilan tradisional yang menasional dengan nama yang berbeda. Kalau di luar banyak yang memakai kacang hijau, tapi saya menggunakan beras karena beras juga sebagai simbol kemakmuran,” ungkap Desy

Walaupun bisnis ini baru berkembang dan pemasaran masih sebatas melalui media sosial, Desy sudah mendapatkan omset lebih dari 10 juta perbulan. Shatuh Begina Denpasar juga sudah pernah  mengikuti tiga event tingkat nasional, pertama di Jakarta Convention Center (JCC) dalam rangka Agrinextespo, yang kedua di Surabaya dan yang ketiga di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam rangka Nusantara Expo, dan sempat mendapatkan penghargaan saat di Jakarta Convention Center sebagai produk yang beda dari pada yang lain karena memiliki unsur budaya dan keunikan.

345

Shatuh Begina Denpasar saat mengikuti event Nusantara Expo di Taman Mini Indonesia Indah.

Dengan modal pribadi bersama rekan-rekannya, Desy yakin bahwa bisnis ini bisa terus berjalan karena bisnis ini berbeda dari bisnis-bisnis yang sudah ada. Ia belajar dari pengalaman saat baru bergabung di UKM KOPMA yang pada awalnya hanya menjual minuman dan makanan ringan. Kemudian setelah menjabat sebagai ketua, Desy akhirnya mencoba membuat usaha yang baru dan akhirnya terwujud dan terus berjalan sampai sekarang.  “Kalau kita membuat sesuatu yang beda dari yang sudah ada dan tekun menjalaninya dari sekarang, pasti suatu hari nanti akan ada hasilnya,” ujar Desy tegas. (tya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *