Bersepeda, Gaya Hidup Lama Yang Hidup Kembali

Belakangan budaya hidup sehat sering didengung –dengungkan oleh berbagai praktisi kesehatan. Hidup sehat bukan hanya dapat ditempuh dengan berolahraga berat dan penuh teknik. Hidup sehat juga dapat ditempuh melalui kegiatan sederhana, seperti bersepeda.

Bersepeda kembali menjadi trend di masyarakat. Bukan hanya diimingi masalah kesehatan, bersepeda juga menjadi salah satu cara melestarikan lingkungan. Bagaimana Hanya dengan melakukan kegiatan out door, melewati berbagai rute, sudah cukup membatasi sumbangan emisi karbon ke udara.

Pemerintah pun tanggap akan trend bersepeda ini. Selain menambahkan jalur khusus sepeda, di kota Denpasar sendiri setiap hari Minggu dilaksanakan Car Free Day (CFD). Masyarakat diharuskan menggunakan sepeda sebagai modal transportasi utama. Dikemas dalam bentuk fun bike, CFD kian menarik untuk diikuti.

Di kalangan remaja, bersepeda juga dijadikan sebagai ajang mencari teman. Banyak komunitas sepeda bermunculan. Forum Komunitas Sepeda Bali dan Komunitas Sepeda Onthel Bali, salah dua contoh komunitas sepeda di kalangan remaja Bali. Kegiatan yang jauh lebih baik daripada remaja yang membentuk komunitas motor,  kemudian melakukan balapan liar di jalan raya. Jika dilirik lebih jauh, bersepeda sudah menjadi gaya hidup mayoritas masyarakat urban.

Bersepeda dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tentunya manfaat yang diperoleh saat bersepeda sama dengan melakukan olahraga lainnya. Kesehatan menjadi terjaga, postur tubuh pun bisa proporsional.  Nah, dengan besarnya manfaat bersepeda yang dirasakan, apakah bersepeda merupakan lifestyle kamu selanjutnya? (Baskara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *