Cinta dalam Bingkai Jurnalisme

Judul : Pulang

Penulis : Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi

Penerbit : Madyapadma Journalistic Park

Tahun Terbit : 2016

Jumlah Halaman : 60 Halaman

“Karena hanya rumah yang menanti kepulangan cinta”. Petikan kalimat yang terpampang pada cover novel ini secara implisit mewakilkan bagaimana kehidupan dan perjuangan seorang Finka Prita Langitania, tokoh utama dalam novel bertajuk “Pulang” karya Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi. Dalam novel ini pembaca diajak menyelami kisah hidup Finka yang merupakan salah satu jurnalis ternama di Indonesia, serta perannya sebagai istri Awan, cintanya semenjak kuliah.

Secara struktual, novel ini memulai ceritanya dengan kehidupan pernikahan antara Finka dan Awan yang sarat akan romantisme dan membuat setiap perjalanan hidup mereka begitu indah. Hal itu membuat pasangan lain iri pada mereka. Finka yang merupakan seorang jurnalis sangat terobsesi pada kebenaran. Hidupnya ia dedikasikan untuk menulis kebenaran. Bertemu dengan Awan, merupakan anugrah terindah bagi Finka. Begitu pula dengan Awan yang mengumpamakan Finka sebagai langit dimana Awan berada. Pernikahan mereka yang telah berjalan selama 11 bulan makin hari makin hangat akan kasih sayang. Namun, tak ada gading yang tak retak. Kehidupan mereka yang bahagia kemudian terhadang rintangan dengan munculnya orang ketiga. Orang ketiga itu kemudian menimbulkan masalah berat yang menimpa Awan, sehingga Finka rapuh dan terpuruk. Namun, kekuatan cinta mereka membuat keduanya mampu saling menguatkan satu sama lain. Dalam diri Finka terjadi pertarungan hebat antara hatinya yang ingin membebaskan awan dari masalahnya dengan segala cara dengan prinsip hidupnya sebagai seorang jurnalis yang harus selalu senantiasa menegakkan kebenaran.

Kendati tema yang diangkat dapat dikatakan lumrah, Fina Pradnyani yang juga merupakan jurnalis dapat menampilkannya dengan cara berbeda.  Gaya bahasa yang lembut dan luwes mampu membuat pembaca benar-benar merasakan suasana hati dan kehidupan Finka. Serta, diksi yang variatif membuat penuturan kisah Finka semakin didalami semakin membuat pembaca terbawa suasana.

Untuk ukuran sebuah novel pada umumnya, novel bertajuk “Pulang” ini sangat singkat karena hanya terdiri dari 60 halaman. Pemunculan konflik yang telah baik justru tidak dibarengi dengan anti klimaks cerita yang kompleks. Anti klimaks dalam novel ini terkesan terlalu sederhana untuk sebuah multikonflik yang muncul dalam novel ini. Akan tetapi, resolusi yang bahagia di akhir cerita dapat menutupi kekurangan itu dengan memberikan kesan yang mendalam bagi pembaca. Sang penulis yakni Fina Pradyani, telah mampu menyuratkan cinta dari sudut pandang seorang jurnalis, serta menvisualisasikan kehidupan seorang jurnalis yang ideal, yaitu senantiasa menegakkan kebenaran, dan menumbuhkan cinta dalam diri dan masyarakat. (bpe/akademika)

Editor: Galuh/Akademika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *