Defile FEB Juara lagi!

Penampilan Defile Putri FEB Uud dalam Dies Natalis ke-52
Penampilan Defile Putri FEB Uud dalam Dies Natalis ke-52

“Jangan memuaskan juri dan penonton, puaskanlah diri kalian terlebih dahulu”, pesan I Putu Sayoga Saputra, pelatih defile kampus oranye.

 Defile merupakan sekian dari ragam acara Dies Natalis Universitas Udayana. Kegiatan sekaligus perlombaan ini selalu menarik perhatian civitas akademika untuk menonton, memberi dukungan, dan selalu ingin menunjukkan kekompakan dari masing-masing fakultas.

Perlombaan defile (25/9) kali ini kembali dimenangkan oleh juara bertahan tahun lalu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud. “Rasa bangga dan kecewa sebenarnya campur aduk. Bangga karena bisa jadi juara dan sudah berusaha semaksimal mungkin, walaupun masih kurang maksimal menurut saya penampilan defile kita.” ujar pelatih defile Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sejak tahun 2011 ini.

Defile FEB yang mengoranyean Kampus Sudirman ini membuat semarak dan riuh pendukungnya semakin terasa bergema. Terlebih lagi supporter-nya yang terbilang paling banyak dan paling berbeda dengan segala atribut yang dibawa. Mereka membawa balon yang berwarna oranye, yang kemudian diterbangkan ke langit Kampus Sudirman di akhir penampilan. “Ada ide yang terbersit ingin membuat langit Kampus Sudirman menjadi oranye, jadi kami gunakan balon. Kalau confetti sudah biasa, jadi ingin sesuatu yang beda dari defile FEB tahun ini.” tambah pelatih defile ini.

Pasukan defile puteri (karena semua anggotanya perempuan-red) ini melakukan latihan selama kurang lebih 3 minggu. Defile FEB kali ini lebih menonjolkan faktor keindahan, yang mana diangkat suatu konsep kejutan dan menggunakan atribut bunga. Konsep tersebut agar terkesan manis dan ingin menghilangkan kesan Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) itu kaku.

Pelatih yang sudah empat tahun berkecimpung dalam melatih anak asuhnya di FEB ini ingin agar anak defilenya ingat dengan empat hal, yaitu 1) Konsentrasi, 2) Kerja sama, 3) Semangat, dan 4) Kontrol. Yang tersulit disini adalah kontrol, karena dalam euforia penampilan di lapangan, kadang mereka tidak dapat mengendalikan kontrol. Itulah yang pelatih defile ini ajarkan kepada anak asuhnya.

Hal ini juga senada dengan yang diutarakan I Made Budiarsana, SH. selaku juri dalam defile ini. Beliau mengatakan memang pantas defile FEB menjadi pemenangnya, karena dilihat dari tampilan dan eksekusinya memang hampir tidak ada yang cacat. Pada saat technical meeting juga sudah disepakati penilaian defile tahun ini adalah penilaian baris-berbaris (defile standar) dan formasi. Maksud dari formasi ini agar kreativitas mahasiswa tidak mati. Mereka bisa menunjukkan kreativitasnya dan menciptakan gerakan-gerakan baru yang enak dilihat, tetapi dengan tidak meninggalkan PBB standar dan bisa menampilkan secara atraktif dan artistik.

Dan pada akhirnya diperolehlah juaranya, untuk peringkat 1 diperoleh oleh FEB, peringkat 2 oleh FK, peringkat 3 oleh FP, menyusul kemudian FKP, FISIP, FT dan FH seri di peringkat ke 6, FTP, FKH, FAPET, FPAR, FMIPA dan diurutan terakhir FSB.(Mentari, YRS, Maya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *