Denpasar Festival Sukses Menyedot Perhatian Masyarakat

sejumlah penari menunjukkan aksinya pada pembukaan denpasar festival 2011

Ada yang tampak berbeda dari ruas jalan sekitar Puputan Badung, Rabu sore kemarin. Beberapa jalan menuju pusat kota Denpasar macet dan harus dialihkan. Ruas itu sekitar Pasar Badung karena sebagian jalan dipakai pameran Denpasar Festival seperti Jalan Gajah Mada.

Rabu,28 Desember 2011 secara resmi Denpasar Festival dibuka oleh Walikota Denpasar, Rai Dharmawijaya. Tahun ini sudah kali keempat Denpasar Festival diadakan dan sampai saat ini masih menyedot perhatian masyarakat Denpasar.  Terbukti saat acara pembukaan berlangsung, kawasan Catur Muka Denpasar sudah dipadati masyarakat sejak siang hari. “Kami memang ingin setiap tahun Denpasar Festival itu istimewa dan dinantikan masyarakat,” ujar Rai Dharmawijaya, di kantornya.

Tak hanya masyarakat yang tampak antusias menyambut Denfest tahun ini, Begitu pula puluhan penari Baris, anak laki-laki dan dewasa bersiap dalam pembukaan Denpasar Festival 2011, Rabu sore kemarin. Mereka menarikan sebuah tari kreasi yang menampilkan sajian kolosal baris sesuai dengan tema Denfest tahun ini yaitu “Baris refleksi semangat heroisme kota Denpasar”.

Dalam acara pembukaan kemarin juga dihadirkan teaterikal dari siswa-siswi SMA/SMK se-Denpasar dan parade endek yang dijadikan icon busana kota Denpasar. Denpasar festival yang akan berlangsung sampai 31 Desember ini akan menampilkan berbagai lomba, apresiasi Design dan Fashion dengan bingkai tema “Puspa Ragam Gatriwara”.

Pelaksanaan festival terbagi dalam 6 zona kegiatan. Yakni, zona A di area patung Catur Muka yang menampilkan ragam kreativitas komunitas Denpasar, zona B di ruas jalan Gajah Mada Timur yang menampilkan ragam kuliner khas Bali,  zona C di ruas jalan Gajah Mada Barat yang menghadirkan ragam produk dan jasa unggulan; zona D di ruas jalan Veteran – depan Inna Bali Hotel yang menampilkan ragam tekstil Denpasar dan zona E di depan Pura Jagatnatha dan Museum Bali yang menjadi ajang tertampilnya ragam florikultura Denpasar, serta zona F di area Lapangan Puputan Badung yang menjadi pusat aktivitas seni dan budaya.

Dari  Panggung Kuliner di jalan Gajah Mada Timur juga menghadirkan berbagai hiburan yang dapat memberi rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang menikmati aneka makanan serta beberapa ragam lomba dan atraksi inspiratif . Salah satunya adalah atraksi “memasak suara” yang di suguhkan oleh Dapur Olahan Kreatif Denpasar. Dan pada akhirnya diharapkan acara ini memberi suasana tutup tahun yang berkesan. (Henny Ratnasari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *