Dibalik Hiruk Pikuk AM 3

D'Cinnamons tampil pada acara AM 3 di UNUD (14/5).
D’Cinnamons tampil pada acara AM 3 di UNUD (14/5).

 

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana (UNUD) menggelar acara Agriculture Music 3 (AM 3) di parkir utara kampus Sudirman UNUD, sabtu (14/5). Ada apa dibalik kesibukan panitia dan orang-orang yang terlibat didalamnya ?

            Prabu, Ketua Panitia AM 3 mengatakan Agriculture Music adalah acara apresiasi seni yang bertujuan untuk mengapresiasi segala jenis seni agar bisa dinikmati oleh mahasiswa pertanian dan  luar pertanian. Perbedaan dari AM sebelumnya adalah pada konsepnya yang tahun ini berkolaborasi dengan seni teater. Konsep dasarnya adalah easy listening, sedangkan konsep tambahan seperti teater dan sebagainya itu bisa ditambahkan tergantung dari panitia penyelenggara yang menjalankan. AM tahun ini tidak mengadakan meet and greet dengan bintang tamu karena tahun lalu panita cukup kewalahan membagi diri untuk persiapan meet and greet serta acara utama. Prabu menjelaskan bahwa acara dilaksanakan tanggal 14 Mei karena tanggal 14 itu hari sabtu, hari libur. “Tanggal 14 kan identik dengan valentine, manis-manis gitu, dan bintang tamunya D’Cinnamons. Jadi connect,” ujarnya sambil tersenyum.

            Masalah pada acara ini menurut Prabu ada pada pendanaan yang minim karena tidak didukung langsung oleh rektorat. Untuk calon guest star awalnya ada tiga, yaitu Letto, D’Cinnamons, dan Gamaliel Audrey Cantika (GAC). Menurut survei yang dilakukan panitia, Letto kurang diminati dan GAC sudah main beberapa waktu lalu di Bali. Jadi D’Cinnamons lah yang terpilih untuk tampil di AM 3. Pihak yang terlibat sebagai penyelenggara acara ini adalah civitas mahasiswa Fakultas Pertanian (FP). Dukungan dari dosen hanya sebatas pembelian tiket, sedangkan dari dekanat FP tidak memberikan dukungan karena ini bukan acara akademik. “Prediksiku acaranya ramai, seru dan tak bisa dilupakan,” harap Prabu sebelum acara.

            I Kadek Dharmawan selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FP  dan penanggung jawab AM 3 menjelaskan persiapan konsep acara sudah dari sembilan bulan lalu. Untuk teknis acara sudah dipersiapkan selama tiga bulan. Tantangan bagi BEM itu adalah bagaimana bisa mengeksiskan kampus meskipun acara ini tidak akan didanai oleh rektorat. “Meskipun tidak didanai, tapi kita mendapat dukungan berupa tempat, izin dan saran atau masukan dari dekanat,” terangnya. AM ini sangat penting sama seperti dua program BEM yang lain : Agriculture Expo dan Agriculture Sport Competition. Ini karena pada tiga acara tersebut mencakup musik, pameran dan olah raga. Tujuannya agar banyak orang yang melihat fakultas pertanian. Ditanya mengenai penjualan tiket, tiket presale pertama laku sekitar 300 tiket, presale kedua laku lebih dari 400 tiket, dan untuk mendapatkan keuntungan targetnya adalah 1500 tiket. Kalau 800 saja sudah terjual, maka sudah imbang. Menurut salah satu panitia yang terlibat, tiket yang terjual memang lebih dari 800 lembar.

            Udayani, salah seorang dosen agribisnis FP mengetahui acara ini waktu ditawari kupon oleh mahasiswanya. Ia mengaku tertarik untuk datang karena ada D’Cinnamons. “Acara ini mungkin bagus untuk dilanjutkan, tapi perlu diisi pertaniannya. Bagaimana memperkenalkan agribisnis dan pertanian. Mungkin bisa dibuka stand untuk agribisnis dan agronya juga,” pesan dosen berambut panjang ini.

            AM 3 juga menampilkan band asal Bali seperti Nosstress, Pigmy Marmoset dan Angka Ganjil. Untuk band audisi yang lolos seleksi hingga bisa tampil pada acara AM 3 antara lain EMA, Just Mind, dan Nindya Nabilah. Sedangkan kelompok teater yang tampil pada acara ini yaitu Teater Topenk, Teater Limas, dan Teater Kita. Teater Kita merupakan kelompok teater khusus yang baru dibentuk menyambut acara ini dan terdiri dari kumpulan mahasiswa FP. Selain penampilan kelompok teater, hanya D’Cinnamons dan Nosstress yang berhasil menarik minat banyak penonton untuk berdiri serta merapat ke dekat panggung.

 

Tanggapan Pengisi Stand

Pande Mahardika dari stand Oxygen Clothing Community merasa kurang puas karena panitia hanya memberikan 2 free pass bagi semua pemasang stand, padahal ia memesan stand dengan tenda yang lebih besar dari pemesan stand lainnya. “Biasanya support dapat tiket 3, buka stand dapat free pass 5,” kata Pande sambil menceritakan pengalamannya saat membuka stand di acara lain. Salah satu pengisi stand yang tidak ingin disebutkan namanya juga merasa kurang puas akan kinerja panitia yang mengurus stand. “Panitianya kurang respect sama yang buka stand. Minimal yang buka stand ditanyakan dong bagaimana persiapannya, keperluannya apa saja, dan apa ada yang panitia bisa bantu,” curhatnya. Menurutnya, panitia dirasa kurang siap dalam menjalankan acara. Buktinya pada tanggal 14 Mei saat berlangsungnya acara AM 3 bertabrakan dengan beberapa acara besar yang juga menarik banyak penonton. Misalnya saja acara konser di GOR Ngurah Rai dan acara Kebangkitan Budaya di Art Center. Selain itu ia juga merasa dari awal panitia melakukan check sound, masih banyak kesalahan yang dilakukan. Puncaknya saat D’Cinnamons tampil, terjadi kesalahan teknis yang mebuat mik salah satu personilnya berdengung keras. Tak kalah penting dari itu adalah kesiapan dari sie rohani panitia AM 3 yang justru didahului oleh pengisi stand ini saat menghaturkan pejati (sesajen atau sarana upacara) di Padmasana UNUD. Ia berkata bahkan pemangku yang ngayah (bertugas secara sukarela) saja sampai kesal karena panitia kerohanian tiba-tiba pergi meninggalkan pemangku tersebut saat sedang melakukan upacara dan hal ini sudah berkali-kali terjadi. Mungkin saja hal tersebut yang menjadi salah satu faktor yang penyebab salah satu panitia kesurupan setelah acara.

Tapi dibalik kekurangan yang telah disebutkan sebelumnya, banyak penyewa stand yang mengapresiasi acara AM 3. “Acaranya lumayan menyenangkan dan cukup benefit,” ujar penjaga stand Nature Cake yang tampak cukup puas. Penjaga stand King Cone juga mengatakan kalau acaranya sudah bagus tapi kurang ramai. “Mungkin karena tiketnya kemahalan. Karena kurang ramai jadi kurang untung,” jelasnya.

 

Kesan-Pesan Penonton

            Tiada gading yang tak retak. Salah satu pengunjung merasa kecewa karena diakhir acara hujan turun dengan lebat dan langsung membubarkan penonton yang masih asik menonton penampilan terakhir dari D’Cinnamons. “Hujannya terlalu cepet turun. Semoga kedepannya tukang nerangnya (ritual mengusir hujan ; red ) diganti,” pesannya sambil sibuk berteduh.

Lain orang lain cerita. Jika ada penonton yang merasa kecewa, maka ada pula penonton yang bahagia. “AM 3 seru banget! Tahun depan semoga Maliq & D’Essentials,” ucap salah satu pengunjung perempuan bernama Widi Arini. Berbeda dengan Widi, Dewa dari Universitas Warmadewa menginginkan agar tahun depan panitia mengundang Iwan Fals. Harapan untuk mengundang bintang tamu lain memang banyak disebutkan oleh penonton AM 3. Tak terkecuali dari salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik UNUD. “Acara AM 3 sudah bagus, cuma tahun depan semoga bisa mengundang guest star yang lebih terkenal,” pesan pria berpakaian serba hitam ini.

Dari luar UNUD, Widnyani yang merupakan mahasiswa Saraswati Denpasar beranggapan kalau AM  3 bagus, menarik, dan ia mengaku sangat menyukai D’Cinnamons. Ada pula pengunjung perempuan yang sangat bersemangat saat ditanya kesan-pesan acara AM 3. “Acaranya luar biasa ! Salut ngeliat acara anak pertanian kayak gini. Apalagi ketika teater dari anak pertaniannya tampil. Pertanian semakin tahun is the best lah pokoknya!” jawabnya berapi-api. (Bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *