Dongeng 1001 Malam Untukmu

 

Apa kau sedang bosan atau sedang tidak ada kerjaan? Duduklah dengan manis, sayang. Akan kuceritakan padamu sebuah kisah yang berasal dari dongeng Timur Tengah, salah satu syair romantis paling terkenal di Arab. “Layla & Majnun” sudah pernah dengar?

Qais, dikenal sebagai pemuda tampan, pintar dan berwibawa yang kemudian jatuh cinta pada gadis bernama Layla. Tunggu, jangan berpikir kau tahu akhir dari kisah ini. Menurutmu Qais berhasil mendapatkan Layla, mereka menikah, memiliki banyak keturunan dan hidup bahagia?

Mari kuperlihatkan realita yang bisa saja hadir dalam hidup seseorang. Namun nahas, cinta Qais tidak sampai pada Layla, sebab terhalang adat dan budaya.

Apa yang terpikirkan olehmu?

“Mengapakah hatinya wahai Ananda? Mengapa engkau mencintai pemuda, sedang engkau tidak melihat harapan untuk bersanding dengannya.” Kau lihat, sayang? Nasihat terus datang, nasihat yang terasa seperti penghakiman.

Layla menangis dalam malam-malamnya, “Cinta, kasih dan sayang telah menyatu. Mengalir bersama aliran darah ditubuhku,”

***

Sayang, jika kau merasa haus, beranjaklah untuk minum dan makan apa saja sesukamu, ini kisah yang panjang.

Tidak, tidak, kau harus bersabar.. bagaimana bila kita berbincang sebentar? Menurutmu apa yang terjadi pada Qais dan Layla?

Mereka berpisah, bukan karena tak cinta lagi. Mereka menyerah, bukan karena tak saling menyayangi.

Sayang, mengertilah di dunia ini ada hal yang tidak bisa dipersatukan. Jangan memaksa. Kau tidak boleh mencintai orang di luar sukumu, kau tidak boleh mencintai orang yang berbeda denganmu.

Kau tidak boleh! Orang-orang menghina, orang-orang menghujat.

***

Ibnu Salam dinikahkan dengan Layla di kemudian hari. Yang menjadi ironi, dirinya hanya memiliki sebatas raga Layla namun tidak jiwa dan hatinya. Selamanya ia tidak bisa menjadi raja atas diri istrinya

Ada apa? Apakah kau mengasihani Ibnu Salam? Sayang, belajarlah untuk memahami kehidupan. Ada konsekuensi mencintai orang yang mencintai orang lain.. lalu, bagaimana dengan Qais?

Qais tetap menyimpan rasanya dalam diam, setiap hari ia terus menulis surat yang tidak akan pernah sampai kepada Layla. Ia menjadi seperti gila. Bertingkah dan berpenampilan aneh sehingga orang-orang menertawakan dan menyebutnya “Majnun” (dalam Bahasa Arab, Majnun berarti ‘Gila’)

Meskipun telah menjadi seorang istri, namun Layla tidak mengurangi sedikitpun kesetiaannya pada Qais. Layla terus memikirkan Qais hingga jatuh sakit.

Jika kau hanya menyukai kisah dongeng yang berakhir bahagia, cukupkan dirimu untuk membaca sampai disini. Sayang, ini tidak main-main..

***

Qais mendengar kabar kematian Layla

Duka dirasa terlalu dalam, hingga tidak ada lagi yang tersisa dari dirinya untuk bertahan. Setiap hari Qais terus menangis diatas kubur Layla.

Ingin mendengarnya sampai akhir? Atau kita cukupkan saja disini? Kau tidak mau?

Sayang, cerita berakhir ketika Qais menggenggam sebuah kertas yang merupakan surat terakhir dari dirinya dan menghembuskan napas terakhirnya diatas pusara Layla.

”Dunia ini adalah debu yang suatu saat akan musnah. Sementara kehidupan alam itu murni dan abadi”~

Menyedihkan? Mengecewakan? Atau romantis bagimu? Sungguh kisah cinta yang menarik. lihatlah bagaimana perbedaan bisa sangat menyakitkan.

Tidak perlu bersedih, sayang.. ini hanya terjadi di dalam dongeng, bukan?

 (Virdha Marta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *