Gerakan Switch Off 60 Menit yang Berarti untuk Bumi

Foto bersama peserta dan beberapa komunitas Bali yang terlibat dalam acara Earth Hour di Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Denpasar, pada Sabtu (29/03).
Foto bersama peserta dan beberapa komunitas Bali yang terlibat dalam acara Earth Hour di Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Denpasar, pada Sabtu (29/03).

Pernahkah Anda sadar dengan mematikan lampu selama satu jam, kita dapat berpartisipasi dalam upaya mengurangi pemanasan bumi? INI AKSIKU, MANA AKSIMU?

Acara Earth Hour dilaksanakan pada Sabtu, (29/3) di Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Denpasar. Kampanye Earth Hour merupakan AKSI serentak individu, komunitas, korporasi, dan pemerintah di seluruh dunia dalam usaha mengurangi laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim. Acara ini mengajak para generasi muda untuk peduli akan adanya perubahan iklim yang terjadi di Bumi akibat pemanasan global dan juga polusi udara.

”Acara ini dilatarbelakangi karena kesadaran akan lingkungan hidup, kesadaran akan perubahan iklim. Kita harus bersyukur masih bisa melihat bintang di Bali karena polusi yang masih minim, dibandingkan keadaan di Jakarta,” ucap Ika Juliana selaku Kordinator Earth Hour Denpasar.

Gerakan Earth Hour Denpasar mengajak publik untuk menjadi bagian dari Earth Hour dengan berpartisipasi mematikan lampu dan peralatan listrik yang sedang tidak digunakan selama 1 jam pada hari Sabtu, 29 Maret 2014 pukul 20.30-21.30 WITA. AKSI mematikan lampu di Earth Hour hanya permulaan yang menunjukkan bahwa AKSI ramah lingkungan dapat dimulai dari sesuatu yang mudah, murah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Pemilihan Balai Edukasi & Konservasi Penyu sebagai lokasi utama pelaksanaan Earth Hour 2014 dengan tema Switch Off Your Lights, Switch On To Renewable Energy adalah sekaligus kick off dari pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang akan dimulai pada bulan April 2014. “Keterlibatan WWF Coral Triangle Programme dalam acara ini juga sebagai launching pemasangan solar panel yang akan didukung oleh TCEC dan Earth Hour Denpasar dengan bersama-sama memasang solar panel pada bulan April,” ujar Laura Yuanda, WWF Coral Programme.

Pelaksanaan tersebut atas kerjasama dari WWF Coral Triangle Programme, Balai Edukasi & Konservasi Penyu, dan Earth Hour Denpasar, dengan harapan agar Balai Edukasi & Konservasi Penyu ini bisa menjadi salah satu model gedung rendah emisi di Bali. Selain itu dapat menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang terintegrasi. Banyak komunitas yang hadir dalam Earth Hour kemarin malam, seperti Semut Ireng Community, Bali Deaf Community, Synergy Carbon, Komunitas PA, Sobat Bumi Bali, dan sebagainya.

Dari pihak TCEC sangat mendukung adanya pemasangan solar panel, meski hal ini belum ada campur tangan dari pemerintah. “Kita mendukung dan merealisasi tentang adanya pemasangan solar panel dan hal ini akan menjadi bahan edukasi  generasi muda”, ucap I Wayan Geria selaku Turtle Conservation and Education Center.  (Yoga Sumantara)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *