Hari Pendidikan Nasional, Be Heard ID Undang Sosok Inspiratif

Selaras dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, beheard.id yang bertajuk “Be Heard by Heart Live IG Batch #1” menghadirkan Mahasiswa Berprestasi Nasional Tahun 2018 (2/5). Beragam kisah insipiratif dan motivasi muncul, khususnya ditujukan bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam pemilihan mahasiswa berprestasi baik tingkat fakultas, universitas, hingga nasional.

“IPK cuma 4,00. 4,96 didapat dari luar,”  begitulah ungkapan Evitha Marta Dewi, S.E selaku Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia (UI) dan Mahasiswa Berprestasi Nasional Tahun 2018 ketika menjadi narasumber Live Instagram beheard.id. Selaras dengan peringatan hari Pendidikan Nasional beheard.id tak tanggung-tanggung menghadirkan pembicara yang sangat inspiratif juga memotivasi para generasi muda untuk memperjuangkan mimpi-mimpinya. Dalam live Instagram tersebut, Ni Putu Sri Pratiwi, S.Sos yang merupakan Jegeg Bali sekaligus founder beheard.id berkesempatan untuk menjadi moderator.

“Be Heard ID adalah komunitas kepemudaan yang berfokus pada permasalahan kesehatan mental yang terjadi pada kalangan masyarakat. Gerakan yang kami lakukan adalah menyediakan wadah kepada setiap orang yang ingin mencurahkan isi hatinya. Hal ini kami lakukan karena adanya keyakinan bahwa setiap orang adalah individu yang tidak dapat hidup sendiri dan butuh didengarkan. Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berbagi cerita yang mereka miliki. Kendatipun setiap orang pasti memiliki sosok yang berdiri di samping mereka, ada kalanya setiap orang ingin mendapatkan percakapan timbal balik dari pihak yang netral agar merasa aman dan nyaman,” ungkap Tiwi ketika diwawancari via whatsapp. Lebih lanjut lagi Jegeg Bali 2019 tersebut menyampaikan upayanya untuk memperluas nilai-nilai positif tersebut dengan menyelenggarakan sebuah program bertajuk “Be Heard By Heart Live IG” dengan mengusung tema “Ubah Non Produktif, Jadi Produktif”. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran setiap orang tentang pentingnya melanjutkan hidup, menciptakan kreativitas, mempertahankan produktivitas, dan berbagi antar sesama. Tema tersebut diangkat dengan pertimbangan bahwa dalam satu bulan ke belakang, kami menerima banyak curahan hati tentang kegelisihan yang dikarenakan tertundanya sejumlah aktivitas,” imbuh Tiwi.

Live Instagram tersebut pun dilaksanakan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang kurang lebih terdiri dari sepuluh pertanyaan yang sebelumnya dirangkum dalam question box—salah satu fitur Instagram. Kesepuluh pertanyaan tersebut berdatangan dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa, sarjana, hingga tak lupa salah satu mahasiswa berprestasi Universitas Udayana. “Bagaimana cara untuk nggak bertemu orang-orang itu aja dan bertemu dengan orang-orang yang lebih luar biasa. Ekonom-ekonom terbaik bangsa juga disana,” ungkap Evitha Martha ketika menjawab alasannya untuk masuk Universitas Indonesia (UI). Lebih lanjut Ia memaparkan tentang beragam jalur masuk yang dapat ditempuh pada salah satu universitas terbaik di Indonesia tersebut. “Jalur olimpiade, SBMPTN, SIMAK UI kemudian diperlukan riset cara masuk UI seperti apa, kemungkinan lulus di jalur itu seberapa, cari peer grup yang ingin masuk UI juga, dan jangan lupa persiapkan diri dengan baik untuk mengikuti SBMPTN,” ucapnya.

Kemudian, Evita Martha juga menuturkan tentang pengalaman jatuh bangunnya dalam mengikuti bermacam lomba serta puncak tertingginya yakni Mahasiswa Berprestasi Nasional Tahun 2018, “Ikut lomba jauh lebih banyak ketimbang yang aku menangin. Seminggu lagi pemilihan Mapres, tapi kalah lomba itu bener-bener down. Disana aku belajar harus compress dan presize atau istilahnya learning by experience. Dan jangan ngerasa ikutin lomba itu ada kewajiban untuk menang”. Ia pun tak memungkiri bahwa mindset untuk terus berkembang itu diperlukan. Disamping itu, dengan terus melihat ke atas secara tidak langsung menyadarkan bahwa di luar sana masih banyak orang yang lebih baik. Itulah bentuk konsistensi yang digenggam oleh Evita Martha yang juga merupakan alumni SMA Negeri 4 Denpasar tersebut. Sehingga sampai detik ini Ia juga berkesempatan untuk menjalankan profesi sebagai konsultan World Bank yang tentunya didapatkan dengan penuh perjuangan.

Universitas Udayana sendiri kini belum bisa untuk menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas yang akan mewakili dalam skala nasional karena pandemi Covid-19. Seperti yang disampaikan oleh Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ni Putu Nana Satrya Pertiwi atau yang kerap disapa Nana. “Untuk kegiatan Pilmapres Udayana 2020 yang sementara ini ditunda, saya rasa ini adalah sebuah kesempatan juga untuk kita semua baik finalis dan panitia untuk belajar dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan seleksi nanti sehingga bisa terlaksana dengan lancar dan optimal,” tuturnya. Nana menyampaikan harapannya agar pandemi ini segera berlalu dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Terakhir, Evitha Martha memaparkan tentang pentingnya mengingat perjuangan awal menjalani perkuliahan dimana ditujukan untuk mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. “Setiap orang pasti mengalami kejenuhan tersebut, dikarenakan kurangnya human interaction. Dan yang bisa dilakukan ialah mengindentifikasi penyebab jenuhnya, ingat perjuangan awal kuliah seperti apa, misalnya mendapat gelar sarjana, banggakan orangtua dan lain sebagainya.” Tutupnya.

 

Penulis: Putu Sartini

Penyunting: Teja Sena

You May Also Like