Hari Terakhir Positive Fighter Unud 2014 : Harapan untuk Dipercaya oleh Masyarakat

Oleh : Yoga

Acara Positive Fighter Udayana hari ketiga, foto bersama pemateri Roy Darmawan (pakaian batik) dengan peserta Udayana Leadership Camp I
Acara Positive Fighter Udayana hari ketiga, foto bersama pemateri Roy Darmawan (pakaian batik) dengan peserta Udayana Leadership Camp I

Acara Positive Fighter Unud yang berjalan selama dua hari, kini telah berakhir pada hari ketiga, dimana hari ketiga kemarin Rabu, 5 Februari 2014 seluruh peserta langsung terjun ke lapangan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan berusaha mengumpulkan uang sebanyak Rp 2000.000,-. Berbagai pengalaman yang dirasakan oleh para peserta salah satunya pesrta yang bernama Dewa yang berasal dari STP Nusa Dua Bali ini mengaku sangat bersyukur bisa dapat ikut dalam acara ini. “Bisa ada dalam 1 kelompok yang berbeda universitas dan berbeda karakter juga dan dapat bisa saling belajar” ujar Dewa. Namun adanya kekurangan dalam acara ini, yakni tidak hadirnya ketujuh undangan menteri yang berencana untuk mengisi acara Positive Fighter Unud ini sempat membuat para peserta agak kecewa, namun dari itu semua ada berbagai pengalaman yang didapat dalam acara ini. Seorang mahasiswi Unud prodi Ilmu Komunikasi Ni Made Siswandewi mengaku membuatnya belajar banyak hal. “Dapat bertemu dengan teman-teman dari universitas lain yang juga kreatif dalam presentasinya dan aku belajar untuk memberikan kesempatan untuk orang lain yang mau belajar”.

Dari segi pemateri ULC, Roy Darmawan juga berharap agar nantinya acara ini juga tetap berlanjut mengingat acara ULC ini sangat cocok diadakan di Bali, karena cocok dengan budaya adat Bali yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi. “Saya yakin dapat tumbuh dan berkembang, karena value yang berbasis nilai budaya itu jauh lebih kuat” ungkap Roy.

Dibalik kelancaran suatu acara tidak terlepas dari jasa-jasa para panitia pelaksana yang telah menyukseskan acara tersebut. Ketua panitia acara Positive Fighter Unud, Kadek Wiriyani mengatakan bahwa konsep diawal sesuai yang diharapkan demikian adanya, Mendapatkan apresiasi positif dari pihak universitas dan ULC ini berlangsung sampai yang ke-6 acara yang kedepan. Ia juga terharu karena mendapatkan apresiasi positif dari pihak universitas, termasuk Rektor Unud, Prof. Swastika yang juga membuka dan menutup acara tersebut. Uje juga berkeinginan untuk menjadikan hasil dari acara ini kedalam sebuah buku yang nantinya jika tidak ada halangan akan dibuat dan dicetak pada tanggal 5 Maret sesuai dengan tanggal lahirnya dengan mencetak pertama, yaitu 8 buku yang ditujukan untuk pihak Gramedia. “Karena kami tidak berorientasi untuk dijual dan jika nantinya buku itu bermanfaat bagi orang maka akan bisa dicetak lagi” tutur Uje. Harapan kedepan dari Uje untuk acara ini adalah agar ULC 2 hingga 6 nanti akan tetap diusahakan dan diselenggarakan di Udayana agar meningkatkan kepercayaan terhadap Universitas Udayana.

You May Also Like