HUT Kota Denpasar: Sepi Pengunjung di Hari Jadi

Momentum spesial HUT kota Denpasar ke-230 kembali dirayakan pada Selasa (27/2/2018). Gemerlap acara yang dilaksanakan di areal Taman Kota Lumintang, Denpasar menjadi saksi bertambahnya masa Ibu Kota Provinsi Bali ini. Sayangnya, pengunjung yang bertandang ke taman kota itu tak semeriah gemerlap acaranya. Hal ini tercermin dari sepinya pengunjung stand terkait dengan pelayanan-pelayanan publik Kota Denpasar.

Tahun ini Kota Denpasar memperingati hari jadinya yang ke-230 dengan mengangkat tema “Akselerasi Implementasi Padmaksara Berbasis Tri Hita Karana Mewujudkan Kebahagiaan Masyarakat Kota Denpasar.” Acara dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 27 Februari hingga 3 Maret 2018 di dua tempat berbeda yakni Taman Kota Lumintang dan Taman Werdhi Budaya Art Center. Sejumlah stand pelayanan dari berbagai elemen kota Denpasar dihadirkan, seperti stand pelayanan Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perhubungan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar, Dinas Kesehatan, dan Komisi PEMILU Kota Denpasar.

Ironisnya, di balik keberagaman stand yang tersedia, antusias pengunjungnya terpantau minim. Menanggapi perihal sepinya pengunjung stand, Melasti selaku salah satu staff penjaga stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar mengungkapkan, “Kembali lagi ke pribadi masing-masing, kita tidak memaksa mereka untuk datang untuk melihat stand dan membaca. Jadi semaksimal mungkin kalau kita paling mengajak anak-anak untuk mewarnai dan membuat origami.”

Melasti juga menambahkan kalau setiap orang berbeda-beda ketertarikan. Begitu pula anak kecil atau orang tua sekali pun, apabila masih ada niat membaca, Dinas Perpustakaan akan selalu menyediakan buku-buku untuk menunjang literasi. Ulfa, salah satu pengunjung mengatakan, “Ya tadi sempat lihat-lihat (stand) sebentar, tapi karena sudah malam, jadi anak-anak maunya diam di sini (taman).” Keadaan kontras seperti ini, tidak dapat dijelaskan langsung oleh panitia karena ketiadaan panitia di tempat.

Di sisi lain, stand Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mampu menarik perhatian pengunjung melalui simulasi wahana terkait penanganan bencana kebakaran. Simulasi yang dilakukan dilengkapi dengan pakaian serta alat peraga. Salah satu stand pelayanan publik yang berhasil meraih penghargaan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Terbaik di HUT Kota Denpasar ini melakukan simulasi pemadaman api yang digerakan oleh sensor. “Stand ini dibuka bertujuan agar publik tahu bagaimana cara penanganan bencana secara tepat, serta masyarakat luas dapat mengetahui kinerja BPBD secara maksimalnya, kami tidak hanya menangani kebakaran, banjir, kecelakaan, tetapi juga ular masuk rumah, penyelamatan kucing,” ujar Wayan Adi Suambara selaku staff di pos Renon yang menjaga stand BPBD.

Suambra, staff dari BPBD mengungkapkan harapannya untuk Kota Denpasar mampu meningkatkan kinerja setiap perangkat pelayanan publiknya dengan inovasi-inovasi baru yang berdampak positif bagi masyarakat. “Dari BPBD sendiri untuk kedepannya akan ada rencana lagi berupa inovasi, ditunggu saja,” akunya. (Kenaka/Alma/Kristika/Juni/Akademika).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *