I Love You, Operating System

Her-with-Theodore-Twombly-on-red-movie-poster-wide

Judul Film:                  Her

Produser:                     Megan Ellison

Penulis Naskah:           Spike Jonze

Pemain:                       Joaquin Phoenix, Amy Adams, Rooney Mara, Scarlett Johansson, Olivia Wilde, Sam Jaeger, Katherine Boecher, Rachel Ann Mullins

Genre:                         Drama, Roman

Tanggal Rilis:              18 Desember 2013

Durasi:                         126 menit

 

Falling in love is a crazy thing to do. It’s kind of like a form of socially acceptable insanity.”

Di masa depan, teknologi sudah semakin canggih, dan menemani manusia dalam segala kebutuhan hidupnya. Dari awal cerita, sudah diperlihatkan tentang kemajuan teknologi. Theodore Twombly (Joaquin Phoenix) adalah seorang introvert yang bekerja untuk sebuah perusahaan mejadi seorang penulis profesional. Dalam pekerjaannya, Theodore tidak pernah mengetik, komputer sudah sangat canggih sehingga tidak lagi membutuhkan keyboard sebagai pelengkap, dan ia hanya perlu berbicara pada layar komputernya, maka huruf sudah bermunculan dengan sendirinya di sana.

Selain komputer, kecanggihan teknologi lain yang akan dilihat di film ini terletak pada ponsel. Ponsel tersebut berbentuk kotak kecil, dan lebih terlihat seperti tempat kartu nama dibanding ponsel. Untuk mengoperasikan ponsel tersebut pun, Theodore hanya perlu memasang earphone wireless dan memerintahkan melalu suara.

Selama menit-menit awal film, Theodore digambarkan sebagai seseorang yang pendiam dan tidak begitu peduli pada kehidupan sosialnya. Terlihat saat ia sedang memeriksa e-mail yang masuk, ajakan bertemu oleh teman-temannya selalu diabaikan.

Jalan cerita semakin jelas terlihat ketika Theodore yang masih sedih pasca perceraian memutuskan untuk membeli sebuah sistem operasi (operating system) dengan kecerdasan buatan (artifficial intelligence). Pada awal pengoperasian, Theodore memilih suara perempuan sebagai OS-nya. OS tersebut kemudian menamai dirinya Samantha (Scarlett Johanson).

Hubungan Theodore dan Samantha menjadi semakin dekat. Mereka berbincang setiap hari, bertukar pikiran, berbagi cerita, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pergi kencan. Theodore kagum dengan semangat Samantha yang selalu ingin tahu dan dengan caranya melihat dunia begitu positif, meski ia hanyalah sebuah sistem operasi. Tanpa terasa, mereka sudah menyatakan perasaan masing-masing dan mulai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Terdengar aneh? Memang begitulah inti dari film Her ini, sebuah hubungan romantis antara manusia dengan sistem operasi.

Satu-satunya kekurangan pada film ini adalah jalan cerita yang ditawarkan terasa begitu panjang dan membosankan. Entah karena jalan ceritanya, atau bisa juga karena banyaknya adegan tanpa suara yang hanya menampilkan kilasan-kilasan gambar.

Namun, disisi lain, naskah yang ditawarkan Spike Jonze ini memang sangat cerdas. Secara tidak langsung ia mengkritik ketergantungan orang-orang pada masa sekarang akan gadget. Tentu tidak mengherankan jika kemudian orang-orang memutuskan hubungan dengan sesama manusia, dan menjalin hubungan dengan gadet yang dirasa lebih mengerti ia dibanding siapapun.

Ini juga lah yang terjadi pada Theodore. Ia yang rapuh setelah perceraian dengan mantan istri sekaligus sahabat sejak kecilnya kemudian menemukan sosok yang dapat dengan mudah ia kagumi pada Samantha, sebuah sistem operasi. Ia jatuh cinta lagi. Dan cinta adalah hal yang universal. Tidak terbatas hanya hubungan antar manusia. Meski terdengar aneh, tapi begitulah cinta. Bukankah cinta memang aneh? (ERS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *