Ini Caranya Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri

“Generasi muda kini harus pantang menyerah, sebagai problem solver, sering mencari informasi dan berani mengambil risiko,” tegas Made Hery Santosa.

Suasana Clinical Workshop yang mengambil tema Unlocking Motivation and Fostering the Best Preparation for Study Abroad (21/6)
Suasana Clinical Workshop yang mengambil tema Unlocking Motivation and Fostering the Best Preparation for Study Abroad (21/6)

Sabtu (21/6) diadakan Clinical Workshop yang mengambil tema Unlocking Motivation and Fostering the Best Preparation for Study Abroad bertempat di Inline House, Renon, Denpasar. Sekitar pukul 16.00 Wita, acara ini diawali dengan nonton film tentang pengalaman pelajar mahasiswa yang belajar di luar negeri.

“Sudah lama menunggu adanya acara ini di Bali, karena tidak kunjung ada juga, maka saya dan teman-teman berinisiatif untuk mengadakannya,” jelas Sutaningrat Puspa Dewi. Puspa Dewi juga menjelaskan, ini kebetulan banyak pelajar Bali yang sudah pulang dari luar negeri.

“Acara ini kreatif sekali, bisa mempertemukan tiga pemuda Bali yang akan dan telah mendapatkan beasiswa,” ujar Kadek Ridoi Rahayu, alumni Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK Unud. Ridoi yang memperoleh USAID Prestasi ini akan berangkat tanggal 15 Agustus nanti ke Amerika Serikat. Ridoi sebagai narasumber pertama, menjelaskan tentang aplikasi, kelengkapan dokumen dan tips wawancara agar beasiswa yang diajukan bisa goal.

Made Hery Sentosa, peraih Postgraduate Research Scholarship La Trobe University, Australia sangat mengapresiasi acara ini. “Kegiatan ini harus diperbanyak lagi, ini dilakukan untuk mempertemukan pelajar yang “haus” informasi dengan peraih beasiswa luar negeri,” katanya. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha ini menjelaskan antusias peserta sangat baik, terbukti banyak sekali pertanyaan sehingga waktu yang disediakan menjadi kurang.

Kadek Suastika, peraih Scholarship University of Birmingham, Inggris ini memaparkan empat hal yang harus diperhatikan dalam mencari beasiswa. “Cermati minat, ketahui kelebihan dan kekurangan, pilih beasiswa sesuai jurusan dan sering konsultasi dengan peraih beasiswa sebelumnya,” papar alumni Jurusan Sastra Inggris Unud. Lebih lanjut Suastika menjelaskan, hal yang ditakuti dalam mencari beasiswa luar negeri yaitu persaingan, kuota, kemampuan Bahasa Inggris, dan menjadi apa setelah tamat.

“Daftarlah ketika kamu sudah siap, siapkan dari sekarang untuk melirik beasiswa dan memanfaatkan beasiswa dengan baik,” saran Ridoi Rahayu. Ridoi berpesan ada tiga poin utama yang harus diutamakan yaitu belajar Bahasa Inggris, IPK yang baik, dan nilai sosial.

Puspa Dewi dan teman-temannya ingin menjembatani pelajar yang bermimpi besar agar mendapatkan informasi seputar tips dan trik meraih beasiswa luar negeri. “Saya lho sudah tiga kali mencoba melamar beasiswa luar negeri namun selalu gagal, jadi saya tidak ingin yang lain bernasib sama seperti saya,” pesannya. Clinical Workshop ini diadakan berkelanjutan, nanti akan diadakan di STMIK Primakara yang waktunya belum ditentukan. (DJ)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *