Jalanku Menuju Pulang Penuh Cinta

Film The Way Home merupakan sebuah film keluarga yang menjadi film terbaik ke-2 pada tahun 2002 di Korea Selatan. Selain itu, film ini juga mendapatkan penghargaan sebagai film terbaik dan skenario terbaik di ajang Grand Bell Awards, setara dengan Penghargaan Oscar untuk industri film di Korea Selatan. Film The Way Home bercerita tentang seorang nenek dan cucunya (Sang-woo) yang baru saja tiba dari kota.

Cerita ini dimulai dengan kedatangan Sang-woo yang diajak oleh ibunya pulang ke kampung halaman neneknya. Keadaan ibu Sang-woo yang sedang sulit karena terlilit hutang. Ditambah dengan statusnya sebagai single mom, membuatnya terpaksa menitipkan Sang-woo kepada ibunya yang bisu di kampung. Ibu Sang-woo sudah lama tidak pulang kampung, bahkan semenjak Sang-woo lahir, dia belum pernah bertemu dengan neneknya.

Sang-woo yang terbiasa hidup di kota merasa risih dengan kehidupan di desa neneknya. Apalagi ketidaksukaannya kepada neneknya yang bisu. Keusilan demi keusilan pun dilakukan kepada sang nenek, namun nenek Sang-woo tetap sabar menghadapi sikap cucu laki-lakinya itu.

Tak hanya berkisah tentang jatuh bangun hubungan Sang-woo dan sang nenek. Film berdurasi 87 menit ini turut mengisahkan kisah cinta cilik Sang-woo. Kisah ini dimulai ketika Sang-woo bertemu dengan seorang gadis cantik di pasar yang bernama Hae-yeon. Dia terpesona saat memandangi Hae-yeon yang berlalu di depannya.

Puncak dari cerita film ini adalah ketika nenek Sang-woo menyodorkan sebuah surat kepada cucu laki-lakinya itu. Dalam surat tercantum bahwa Ibu Sang-woo akan datang menjemputnya. Sebelum pulang, Sang-woo sempat mengajari neneknya menulis, “aku sakit,” dan “aku merindukanmu,” tapi karena sang nenek sudah tua, dia tetap tidak bisa menangkap ajaran Sang-woo. Sang-woo merasa sedih lantaran neneknya tidak bisa menggunakan telepon karena bisu dan juga tidak bisa menulis surat.

Hingga akhirnya saat ibunya datang, Sang-woo hanya diam sampai bus penjemput datang. Dengan tatapan sedih, dia memberikan kartu kepada neneknya lalu masuk ke dalam bus. Neneknya mengetuk-ngetuk kaca bus tapi Sang-woo tetap diam. Ketika bus akhirnya berjalan, Sang-woo berlari ke belakang. Dilihatnya neneknya, kemudian dielusnya dadanya sebagai tanda maaf. Sang-woo kemudian melambaikan tangan seraya bus menjauh dan menghilang dari pandangan.

Film yang ditulis sekaligus disutradari oleh Lee Jeong-hyang ini mampu memberikan nuansa haru dan dekat dengan hati penontonnya. Alur cerita dibuat dengan ringan, mudah dimengerti, dan nyata seperti kehidupan sesungguhnya. Setiap karakter yang hadir di dalam cerita pun mampu digambarkan dengan baik. Ditambah dengan penampilan dari para pemeran yang menjiwai karakter yang diperankan.

Akan tetapi film ini masih memiliki kekurangan. Lantaran alur cerita dibuat sangat sesuai sebagaimana dengan kehidupan keluarga, jadi terdapat beberapa adegan yang kurang sopan. Salah satunya ketika adegan-adegan nakal Sang-woo kepada sang nenek. Selain itu, kekurangan terdapat pada durasi film yang cukup lama. Namun secara keseluruhan, film ini sangat bagus dan menarik. Film ini bisa menjadi rekomendasi untuk menjadi bahan tontonan sebab terdapat banyak pelajaran yang dapat dipetik dan diambil secara tersirat. (April/Akademika)

Judul Film : The Way Home

Sutradara : Lee Jeong-hyang

Penulis Naskah: Lee Jeong-hyang

Produser: Hwang Woo-hyun dan Hwang Jae-woo

Musik: Kim Dae-heung dan Kim Yang-hee

Sinematografi: Yoo Heung-sik

Penyunting: Kim Jae-bum dan Kim Sang-bum

Tanggal Rilis: 5 April 2002

Durasi: 87 menit

Negara: Korea Selatan

Bahasa: Korea

Produksi: Tube Pictures

Pemeran: Kim Eul-boon (Nenek), Yoo Seung-ho (Sang-woo), Dong Hyo-hee (Ibu Sang-woo), Min Kyung-hyun (Cheil-e, anak laki-laki tetangga Nenek), Im Eun-kyung (Hae-yeon, gadis kecil yang disukai Sang-woo)

Editor: Kristika, Juniantari