Kebanggaan FISIP Juarai Cabang Kontemporer

Sorak sorai kegembiraan terdengar dari depan gedung Agroteknologi, Kampus Sudirman, kala para juri selesai membacakan pemenang dari cabang tari kontemporer acara Dies Natalis ke-52 Universitas Udayana, Kamis (25/9).

Penampilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam Cabang Kontemporer Dies Natalis Unud ke-52
Penampilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam Cabang Kontemporer Dies Natalis Unud ke-52

Sorakan paling kencang terdengar dari kubu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang berhasil menyabet juara pertama. FISIP yang tahun lalu bahkan tidak masuk ke dalam tiga besar, tahun ini berhasil mengalahkan 12 fakultas lainnya, termasuk Fakultas Hukum (FH), juara pertama tahun lalu, dan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) yang menduduki juara ketiga tahun lalu. Sementara itu, Fakultas Teknik (FT) tetap menduduki urutan kedua.

Yan Priya Kumara Janardhana, komposer tim kontemporer FISIP berharap tim yang berada dibawah bimbingannya bisa masuk ke dalam tiga besar. “FISIP kekurangan massa, kekurangan orang. Orangnya memang banyak, tapi yang aktif sedikit. Budget juga minim. Dengan keterbatasan itu, kita diskusi, mencari cara agar mereka bisa masuk tiga besar.”

Berbeda dengan fakultas lain, FISIP mengambil tema tentang media yang semakin turut campur dalam politik. Dalam propertinya juga digunakan koran-koran bekas. Untuk kostum, para penari dari tim FISIP hanya menggunakan kaos dan celana putih yang telah dicoret warna-warni, juga mengenakan ikat kepala berwarna putih. Wajah para penari juga dicat dengan warna putih. Dan tengah pertunjukkan muncul sekumpulan lelaki berpenampilan necis, yang kemudian terlibat pertempuran dengan penari berbaju putih. Pada akhir pertunjukkan, muncul dua sosok yang diumpamakan sebagai Soekarno dan Hatta yang sedang membacakan proklamasi kemerdekaan.

“Menyesuaikan dengan fakultas mereka. Karena sosial kita masukkan dunia sosial, jadinya ke media. Demo juga sedang marak sekarang ini, karena itulah juga diangkat,” ujar Ni Wayan Ari Cintia Dewi, salah satu koreografer FISIP ketika ditanya tentang ide cerita.

Sang komposer dan koreografer mengaku senang ketika akhirnya bisa meraih juara pertama, karena persiapan telah dilakukan sejak lama. “Persiapannya itu sebulan, dari sejak masih ospek. Itu untuk tarinya. Kalau musiknya itu cuma 5-6 kali dan itupun tidak disiplin,” tambah Yan Priya.

FISIP berhasil meraih juara pertama dengan poin sebesar 1255, berselisih 29 poin dengan FT yang menduduki peringkat kedua. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) meraih poin 1130 di urutan ketiga. (Elok)

You May Also Like