Kebangkitan Sang Serigala

AA

Judul Buku: Wolf Of Wall Street: Miliarder Saham Di Usia 26, Narapidana Di Usia 36

Penulis: Jordan Belfort

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 5 Oktober 2015

Tebal: 568 hlm.; 23 x 15 cm

Berat: 0,50 kg

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-03-2224-7

 

Sebuah kisah perjalanan hidup The Wolf of Wall Street, Jordan Belfort.

Seperti biasa, hari-hari berjalan sempurna. Sekali lagi Jordan Belfort menunjukkan taringnya. Ia menetapkan harga saham Steve Madden Shoes dengan harga rendah, 5,5 juta dolar per saham. Lewat manupilasi lubang tikus, tiga menit kemudian harga itu menjadi 18 juta dolar. Artinya Belfort mendapat untung 12,5 juta dolar hanya dalam tiga menit. Sebuah manipulasi saham yang sukses. Cara cepat menjadi kaya. Namun bukan kaya biasa, kaya seorang miliarder.

Menghabiskan milyaran dolar itu pun semudah menghimpunnya. Boks dan ayunan bayi seharga 60.000 dolar, mainan gantung seharga 9.000 dolar, 90.000 dolar pertahun untuk pasangan suami-istri ahli biologi laut yang dipekerjakan mengurusi kolam rumahan, kuda-kuda mahal untuk menunjukkan prestise, kamar hotel kelas presidential suite, sebuah yatch pribadi sepanjang 50 meter dan pesawat amfibi seharga 50.000 yang terbuang percuma, sebuah helikopter Bell jet pribadi, rumah mewah di Gold Coast dengan lima pembantu rumah tangga, seorang pengurus bayi, seorang tukang listrik, seorang pembantu pribadi dengan gaji 70.000 dolar per tahun, dua penjaga dengan keamanan tingkat tinggi, lima tukang kebun, seorang supir untuk limusin, ataupun keputusan spontan untuk membeli 200.000 dolar untuk Rolls-Royce Corniche hitam konvertibel dan Aston Martin Virage hijau seharga 250.000 hanya karena mabuk lude yang berlebihan.

Namun kisah Belfort tak seindah kelihatannya. Dalam mencapai dan berada di posisi puncaknya Ia harus mengawali dari mengubah ruangan listrik dealer mobil bekas menjadi ruangan kerja Startton Oakmont. Hingga akhirnya Ia bisa mengembangkan perusahaan pialang sahamnya. Sekaligus juga mempekerjakan ribuan pemuda berusia awal dua puluhan, yang angkuh dan siap memberikannya bermilyar-milyar dolar dari keseluruhan saham yang bisa dijual.

Mirisnya, perusahaan ini besar dengan cara-cara curang. Mulai dari manipulasi pasar, penggunaan nomine yang melanggar sekuritas,  hingga pelanggaran finansial lainnya. Hal ini yang kemudian membawa Belfort dijerat kasus oleh FBI.

Bukan hanya kisah suram perusahaannya, gaya hidup Belfort juga turut membawanya dalam kehancuran. Terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan seperti Quaalude, perlahan-lahan menghilangkan akal sehatnya. Hingga ia harus direhabilitasi.

Puncak kejatuhan Belfort adalah ketika istri keduanya, Nadine Caridi, seorang model cantik dan seksi menggugat cerai. Bom perceraian ini tepat dilayangkan Nadine ketika Belfort sedang diadili.

Tiada sangka, rangkaian kisahnya ini, telah membawa perubahan besar pada Belfort. Setelah jungkir balik dalam menghadapi rehab selama satu bulan dan hukuman penjara selama dua puluh dua bulan, Belfort akhirnya menjadi penulis. Mengisahkan kisah hidupnya ke orang-orang yang ingin tahu. Kepada orang-orang yang ingin menjadikannya guru. Baginya buku adalah jalan komunikasi agar kedua anaknya, Chandler dan Carter Belfort, mengetahui kisah indah dan kelam sang ayah.

Jika anda ingin mengetahui hal-hal seputar saham, buku ini dirasa cocok. Namun jika anda ingin mengetahui berharganya pelajaran hidup, buku ini jauh lebih cocok lagi. Tidak dipungkiri, kisah Belfort ini telah membuka cakrawala. Memberikan kita pengetahuan akan gemerlap puncak yang terkadang menyilaukan mata dan hati. Pun memberikan semangat untuk tidak menyerah dalam perjalanan mencapai puncak. Terakhir, memberikan dorongan untuk tidak menyerah ketika usaha yang dibangun telah roboh. Bangkit dan semangat adalah kata kunci tepat atas kisah hidup Belfort ini. Sebuah buku yang sangat menginspirasi.

Namun terdapat terjemahan bahasa yang terasa aneh disana-sini. Pada akhirnya membuat pembaca harus mengulang dan mencermati maksud bahasa yang disiratkan. Terlepas dari sedikit kekacauan terjemahan, cara Belfort yang menuliskan kisahnya dengan kocak menjadi hiburan tersendiri. Tak ayal jika membaca kisahnya, pembaca akan dibawa terpingkal. Belfort sukses mengisahkan hidupnya dengan bahasa guyon dan renyah.

Novel ini sendiri termasuk dalam katagori dewasa. Dibeberapa bagian, Belfort menceritakan hal-hal yang cukup vulgar untuk dibagi. Walau demikian, kejujuran adalah hal lain yang juga disiratkan Belfort disini. Jujur lewat bahasa guyon hingga hal-hal  dewasa.

Pada akhirnya, hanya menonton kesuksesan seseorang adalah hampa. Justru yang lebih bermakna adalah mampunya kita mengamati jalan menuju sukses, bahagianya di puncak hidup, sakitnya terjatuh, hingga kuatnya bangkit lagi. Kisah inilah yang dapat ditemui di The Wolf of Wall Street.

Oleh: Eka Wiratmini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *