Dimana Generasi Muda Peduli Budaya?

Siapa yang tidak mengenal Bali? Pulau yang dijuluki seribu pura ini memiliki obyek wisata yang tersebar disetiap tempat dan budaya yang sangat terjaga. Budaya yang masih terjaga tesebut menjadi minat daya tarik wisatawan asing maupun mancanegara, misalnya seperti seni tari yang gerakannya elok atau seni musik seperti alunan gong, dan rindik yang menjadi ciri khas bali, seni lukis, adat istiadat hingga kuliner. Beberapa filosopi menyebutkan bahwa budaya bali sebagian besar berasal dari pertanian. Adat istiadat masyarakat bali dalam bertani menjadi konsep awal terbentuknya seni yang hingga saat ini.

Pada setiap daerah memiliki budaya yang berbeda meskipun dalam satu pulau. Perbedaan bisa dilihat pada seni tari, adat istiadat maupun kuliner. Salah satu contohnya yaitu di Karangasem yang memiliki adat istiadat perang pandan sedangkan di Denpasar terdapat upacara omed-omedan. Perbedaan membuat hidup menjadi berwarna dan dinamis. Tanpa adanya keanekaragaman hidup kita menjadi monoton. Kita yang hidup di Indonesia ini patut bersyukur karena setiap daerah memiliki keanekaragaman tersendiri seperti Pulau Dewata ini. Pulau Bali merupakan pulau yang sangat menghargai perbedaan sehingga banyak orang yang berkunjung ke Bali merasa nyaman tanpa adanya rasa terintimidasi.

Namun di era zaman yang serba cepat dan globalisasi, generasi muda kurang memerhatikan budayanya sendiri. Kehidupan yang hedonis, kebarat-baratan serta apatis dapat melumpuhkan sendi nasionalisme mereka. Jika kita menelisik lebih dalam lagi, masih banyak anak muda zaman sekarang berpakaian minim dan terbuka. Hal ini tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang menjunjung tinggi kesopanan, contohnya berbusana adat ke pura, Para remaja perempuan kerap kali mengunakan pakaian ketat yang memperlihatkan bentuk tubuh serta kamen pendek yang tak pantas dan ironisnya lagi yaitu banyak anak muda yang tidak ingin mempelajari budaya seperti tidak ingin mempelajari tarian, tidak mengetahui lagu-lagu kebudayaan dan merasa apatis apabila kebudayaannya diambil oleh negara lain.

Sebagai generasi muda bali terutama para remaja dan anak-anak lebih mencintai budaya Indonesia. Solusi yang dapat dilakukan untuk tetap melestarikan kebudayaan kita yaitu mempelajari kebudayaan. Belajar tentang kebudayaan tidak sulit asal diikuti dengan kemauan serta minat dan bakat, seperti mengikuti konferensi budaya, diadakannya festival kebudayaan daerah lain setiap bulan, mempelajari tarian, musik, atau mengenal kuliner tiap daerah membuat kita mengenal dan melestarikan kebudayaan. Peran orang tua yang mendukung penuh mempelajari kebudayaan juga sangat penting, lika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikannya? Dan jika Indonesia sudah tidak memiliki kebudayaan, apa yang akan terjadi? tentunya Indonesia akan dirindukan. Suatu bangsa yang mencintai kebudayaannya sendiri menjadi negara besar dan bersahaja. ( Dewa Ayu Ratih )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *