Mahasiswa Prancis Kaji Keberadaan Umat Muslim di Bali

Satu per satu mahasiswa masuk ke dalam ruangan konferensi di Gedung GDLN Universitas Udayana (UNUD). Sebagian besar mahasiswa yang hadir dalam seminar adalah mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNUD. Tak lama kemudian, mahasiswa asal Prancis turut hadir dan duduk berbaur dengan mahasiswa UNUD.

Hari itu, Universitas Udayana bekerja sama dengan Universitas le Havre dan Alliance Francaise menyelenggarakan seminar mahasiswa Indonesia-Prancis berkaitan dengan hubungan internasional.

Salah satu mahasiswa Prancis, Rabiha Ajram membawakan presentasi dengan tema “Islam di Bali, Peluang atau Ancaman bagi Agama Hindu di Bali”. Rabiha melihat Bali sebagai tempat mencari peluang untuk bekerja.

“Agama adalah hal yang personal. Namun, ini hal menarik untuk saya kaji. Sekarang semakin banyak orang dari Jawa tinggal di Bali karena di sini kita dapat menemukan banyak kesempatan untuk bekerja,” jelas Rabiha.

Rabiha mengungkapkan banyak media internasional yang telah menulis tentang masyarakat Hindu dan Islam hidup berdampingan di Bali. Keadaan masyarakat yang berbeda pandangan dan ideologi umumnya akan sulit hidup bersama-sama dalam satu tempat. Sehingga, Rabiha tertarik mengkaji peluang dan ancaman kehidupan umat Muslim di Bali.

“Situasi ini dapat menjadi peluang sekaligus ancaman dalam waktu bersamaan. Turis datang ke Bali karena kebudayaannya yang unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Umat Muslim dan Masjid sebagai tempat sucinya dapat ditemukan di banyak tempat di Indonesia. Tapi, Pura hanya dapat ditemukan di Bali. Jika kita mengganti Pura dengan Masjid, saya tidak yakin banyak turis yang akan datang ke Bali,” tutupnya. (diahd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *