Masih Yakin Ingin Golput?

Menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden  atau biasa disebut Pilpres, kembali hadir topik-topik lama yang  berulang untuk ikut ambil bagian menjadi bayang-bayang dikala Pilpres. Salah satunya  mengenai golongan putih atau yang dikenal dengan istilah golput, tentunya hal ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Istilah golput dalam dunia politik di Indonesia muncul dari gerakan protes para mahasiswa dan pemuda pada pelaksanaan pemilu tahun 1971, yang merupakan pemilu pertama di era Orde Baru. Tokoh yang terkenal memimpin gerakan ini adalah Arief Budiman. Namun, pencetus istilah “Golput” ini sendiri adalah Imam Waluyo. Digunakannya istilah “putih” karena gerakan ini menganjurkan agar pemilih mencoblos bagian putih di surat suara di luar gambar parpol peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara.

Jika dulu gerakan golput dilakukan sebagai aksi protes, berbeda dengan yang terjadi sekarang. Banyak orang-orang yang memilih golput dengan alasan-alasan yang kurang relevan seperti karena kurang mengenal masing-masing calon, tidak menyukai politik, dan tidak punya waktu untuk pergi ke TPS. Hal-hal ini bukanlah alasan yang tepat, karena sekarang setiap orang dapat dengan mudah mencari info mengenai masing-masing calon melalui smartphone yang selalu anda bawa kemanapun.

Tidak menyukai politik bukan berarti anda menjadi orang egois yang tidak ingin memikirkan kemajuan negeri ini kedepannya. Alasan mengenai tidak punya waktu untuk datang ke TPS juga merupakan hal yang tidak masuk akal ketika anda mampu seharian bermain smartphone sekedar membuka media sosial.

Zaman sudah berubah, jika dahulu kebebasan bersuara sangat terbatas berbeda dengan sekarang di mana setiap lapisan masyarakat didorong untuk menyuarakan diri demi kemajuan negeri ini, dengan kebebasan ini kita sebagai masyarakat Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan situasi dengan bijak untuk ikut ambil bagian dalam menentukan pemimpin pilihan yang terbaik untuk bangsa ini.

Pilihan untuk golput atau tidaknya seorang pemilih memang merupakan hak dari masing-masing pemilih tersebut, namun ada baiknya kita sebagai pemilih memikirkan matang-matang sikap yang sepatutnya kita ambil dalam menghadapi Pilpres yang sudah semakin dekat. Demii menentukan masa depan dari bangsa Indonesia, kita harus bisa menjadi seorang pemilih yang cerdas.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat ada 5.035.887 orang pemilih pemula pada Pemilu 2019, hal ini menunjukan bahwa begitu banyak pemilih pemula yang akan ikut menentukan nasib Indonesia untuk 5 tahun kedepan. Menjadi seorang pemilih pemula tentunya banyak hal yang harus di ketahui, mulai dari tata cara pemilihan, hingga profil dari masing-masing calon. Jangan sampai ada informasi yang terlewat sedikitpun, sementara anda tinggal dengan berbagai macam teknologi yang mempermudah masuknya informasi.

Banyak kerugian yang terjadi jika kita memilih untuk golput. Kita harus menyadari dengan satu suara yang kita miliki, kita bisa menentukan nasib Negara ini. Bayangkan jika banyak orang-orang yang memilih untuk golput, bisa jadi karena terlalu banyak orang memilih golput pemimpin yang terpilih bukanlah orang yang tepat untuk memimpin negeri ini. Selain itu Negara juga mengalami kerugian, telah berapa banyak dana yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan Pilpres di seluruh daerah di Indonesia yang luas ini namun yang diharapkan dapat berpartisipasi malah memilih golput dan seolah tidak pedulk dengan negeri ini.

Dengan mengikuti pemilihan tanpa golput tentunya kita akan lebih antusias untuk mendukung kinerja dari pemerintah, bukannya seolah masa bodoh dengan apa saja yang dijalankan oleh pemerintah. Negara ini tidak akan bisa maju jika rakyatnya sendiri memilih untuk tidak peduli.

Jangan buang kesempatan yang kita miliki untuk membantu mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. Jika anda berfikir dari semua calon tersebut tidak ada yang pas untuk menjadi seorang pemimpin, setidaknya anda bisa memilih mana yang lebih baik. Sekarang sudah bukan waktunya lagi untuk melakukan golput, karena semuanya ada ditangan anda. Tanyakan lagi pada diri anda apakah golput bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik? (Salya/Akademika)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *