Mengabdi Kepada Alam Nagekeo Lewat Penelitian

Sabtu, 6 Juli 2019- Pelepasan Atlet UKM Mapala Wanaprastha Dharma Universitas Udayana, dalam rangka Udayana Scientific Excursion, bertempat di Kampus UNUD Sudirman berlangsung khidmat. Sebelas atlet siap diberangkatkan ke provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melakukan pendataan jalur pendakian dan studi budaya di daerah setempat yang nantinya dapat dipublikasi sebagai sarana informasi bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Pecinta alam identik dengan orang- orang yang mendaki gunung, menyelami keindahan pesona bahari dan juga melakukan aksi peduli lingkungan dengan melakukan bersih- bersih di suatu kawasan. Namun kegiatan berbeda dilakukan UKM Mahasiswa pecinta alam Universitas Udayana, “Wanaprastha Dharma”. Setelah diadakan tahun lalu yang berlokasi di Kota Bima dan mendapat banyak dampak positif, Kali ke dua di laksanakannya Udayana Scientific Excusion ini event ini tidak hanya berfokus pada alam namun juga kepada masyarakat.

Udayana Scientific Excursion tahun ini akan dilaksanakan selama sepuluh hari, bertempat di Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, terhitung mulai 12 Juli 2019 hingga 21 Juli 2019 yang diikuti oleh 11 atlet yang terbagi menjadi 2 divisi, yaitu 5 orang tim hutan gunung, dan 6 orang tim study budaya. “Alasan dipilihnya tempat ini karena awalnya kita menemukan Gunung Ebulobo, dan belum memiliki data jalur gunung ini jadi kita merencanakan penelitian di gunung ini, dan di sini pula kita berusaha menggali objek penelitian apa lagi yang menarik dikaji”, ujar Ni Made Yuni Sugiantari selaku ketua panitia Udayana Scientific Excursion.

Ni Made Yuni Sugiantari juga mengatakan dalam laporannya, kegiatan yang akan dilakukan para atlet tersebut adalah pendataan jalur pendakian dan sekaligus mendata flora yang ada di sekitar jalur pendakian. Pendataan ini nantinya akan dipublikasikan dan diharapkan mampu membantu pengembangan wisata minat khusus pendakian Gunung Ebulobo, sedangkan tim study budaya akan menganalisis nilai penting pada Ritual Etu yang dilaksanakan masyarakat Desa Rendu Tutubadha, Nagekeo, NTT. “Selama studi budaya anggota UKM mengkaji makna dari terlaksananya Ritual Etu, di situ kita mengharapkan untuk membuat video dokumenter mengenai ritual tersebut dan jurnal mengenai makna dan nilai yang terdapat di dalamnya”, tuturnya dalam sambutannya.

Ketua UKM Mapala Wanaprastha Dharma, Universitas Udayana Ahmad Fajar Al Banna mengatakan Udayana Scientific Excursion bukan hanya untuk lebih dekat dengan alam namun juga lebih dekat dengan masyarakatnya. “Bahwasannya kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat, yang juga kita selipkan kegiatan yang mampu mengasah skill dari anggota UKM Mapala” Fajar berharap melalui kegiatan ini dapat menciptakan bibit-bibit atlet berkualitas yang dapat dikirim saat ada perlombaan di tingkat nasional, maupun tingkat internasional, sehingga dapat berprestasi dan mengharumkan almamater tercinta.

Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.Si yang pada hari ini berkesempatan hadir untuk melepas atlet secara resmi sangat mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap ada output yang dihasilkan dari hasil pengamatan yang dilakukan di Gunung Ebulobo maupun dari study budaya yang akan dilakukan, seperti jurnal tahun lalu yang telah disetujui oleh Balai Arkeologi Provinsi Bali. Kedepannya ia juga berharap UKM ini dapat berprestasi di tingkat nasional maupun tingkat internasional. “Sudah tentu kegiatan ini memerlukan waktu dan energi yang hebat. Adik-adik merupakan patriot bangsa, sangat kami dukung, kami akan salut dengan perjuangan adik-adik mudah-mudahan ke depan bisa berkembang lagi”, tuturnya saat memberikan sambutan. Ia juga tak lupa berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater. “Berangkat dengan sehat dan kembali dengan sehat”, pungkasnya di akhir sambutannya.

Penyerahan baju atlet dari Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.Si kepada atlet Udayana Scientific Excursion menandai pelepasan secara resmi. Para atlet yang telah melalui serangkaian pelatihan dan seleksi selama 5 bulan ini, akan diberangkatkan pada 8 Juli 2019. Walaupun panitia sempat mengalami kendala di awal, seperti mengurus surat perizinan dan minimnya dana, Yuni selaku ketua panitia Udayana Scientific Excursion tetap optimis dan bisa mengatasi kendala tersebut. Dengan adanya dana kemahasiswaan dari Universitas Udayana, penggalian dana berupa penjualan merchandise, kas umum UKM Wanaprastha Dharma, dan bantuan dari sponsorship acara ini dapat terselenggara. “Dengan segenap kontribusi dari segenap pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat bagi kita semua”, tutup Yuni di akhir acara. (Febri/Ayu/ Akademika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *