National Treasure: Expedisi Harta Sejarah Sang Ksatria Templar

Harta karun merupakan sebuah kata yang memiliki arti luas seluas keberadaannya. Tak banyak orang yang ingin tahu lebih untuk menyelidiki tentang kebesaran bukti sebenarnya dari kekayaan yang konon tersembunyi tersebut. Bahkan saking misteriusnya, pembicaraan tentang harta karun sendiri sering dianggap hanya sebatas suatu fiksi maupun legenda dari penjelajah di masa lampau. Namun apa jadinya bila harta yang digolongkan sebagai suatu yang rumit dan terbilang misterius tersebut terbukti benar keberadaannya? Walau untuk pembuktiannya saja membutuhkan usaha yang besarnya mungkin tak bisa dinilai, namun dapat dipastikan hal tersebut menimbulkan elemen keingintahuan dimana hal ini tak terlepas dari sifat manusia yang selalu curiga dalam menilai sesuatu, dan berawal dari sifat itu terbentuk ambisi yang akan merajai tindakan-tindakan untuk mempercayainya.

Hadir untuk mengajak setiap orang mempercayai hal semata, film “National Treasure” dipersembahkan untuk menjadi penjawabnya. Film ini berawal dari seorang anak bernama Benjamin Gates yang menyelinap masuk ke loteng untuk mencari sebuah buku. Setelah berhasil menemukannya, Gates didapati ingin membuka buku tersebut oleh kakeknya. Melihat kerasnya keingintahuan dari Gates pada akhirnya membuat sang kakek menceritakan isi dari buku.

Di dalamnya dikisahkan bahwa pada suatu malam yang dituruni hujan lebat, terlihat sebuah kereta kuda yang amat kencang datang ke gedung putih membawa seorang laki – laki tua. Laki – laki itu diketahui merupakan Charles Carroll sebagai penandatangan dari deklarasi kemerdekaan terakhir Amerika. Pada malam itu ia datang untuk memberitahukan informasi penting kepada Presiden Andrew Jackson. Namun sesampainya disana diketahui bahwa sang presiden sedang tak ditempat. Ia tahu bahwa malam itu sudah menjelang ajal kematiannya sehingga tak mungkin baginya untuk menunggu dan melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan kepala negara. Akhirnya sebelum kematiannya ia memberitahukan informasi tersebut kepada seorang pemuda bernama Thomas Gates. Informasi yang disampaikan tersebut diketahui adalah informasi tentang keberadaan harta karun tersembunyi. Harta karun tersebut diketahui merupakan harta karun peninggalan dari ksatria templar yang berisi kumpulan dari seluruh harta karun terbesar sejarah dunia. Lalu diakhir pembicaraannya ia memberikan petunjuk tentang harta karun yang berupa serpihan kertas bertuliskan “Rahasianya Ada Bersama Charlotte”.

Thomas Gates sendiri merupakan buyut dari Benjamin Gates, dimana diceritakan bahwa keluarga Gates telah lama menelusuri dan mencari tentang keberadaan sesungguhnya dari harta tersebut namun belum juga ditemukan. Hal ini pada akhirnya mendorong niat Ben untuk meneruskan pencarian harta, karena hal itu telah diturunkan sejak lama dari buyutnya. Hal ini sempat ditentang oleh ayah Ben, karena ia menganggap itu hanya akan membuang-buang waktu dan karena ia tak ingin anaknya berakhir layak dirinya. Namun Ben tetap bersikeras tentang hal tersebut dan berjanji untuk memulai ekspedisi pencarian harta karun sang ksatria templar.

Cerita berlanjut saat ia telah dewasa, Ben Gates datang ke Antartika bersama beberapa rekannya untuk memulai dari pencarian Charlotte. Sesampainnya di sana ia berhasil menemukan jejak peninggalan dari Kapal Charlotte yang tertimbun di bawah es. Setelah lama mencari ia akhirnya menemukan sebuah pena yang di dalamnya terdapat sebuah teka-teki. Ternyata teka – teki ini setelah dipecahkan membawanya untuk menelusuri sesuatu yang lebih besar yaitu deklarasi kemerdekaan amerika. Ben percaya bahwa di belakang deklarasi tersebut terdapat kode yang menghubungkan sebuah organisasi rahasia freemason dan harta karun dari Ksatria Templar. Mengetahui hal ini beberapa rekan darinya akhirnya memilih berkhianat dan ingin membunuh Ben dan satu temannya di Kapal Charlotte. Ini dikarenakan rekannya tersebut memiliki niatan untuk mencuri deklarasi negara tersebut serta ingin melanjutkan pencariannya sendiri. Diketahui bahwa rekannya yang bernama Ian ini merupakan orang penting yang memiliki akses ke banyak tempat serta memiliki banyak bawahan yang berada di perintahnya. Setelah perseteruan terjadi Ian akhirnya kabur dan meledakkan kapal yang ditumpangi Ben, Ian percaya Ben telah mati di dalam kapal namun nyatanya Ben dan kawannya berhasil lolos.

Perebutan pun terjadi antara Ben dan Ian, dimana Ben ingin melindungi deklarasi dari pencurian yang ingin dilakukan bekas rekannya tersebut. Ben dan temannya akhirnya memberitahukan pada polisi bahwa deklarasi akan dicuri dan memerintahkan mereka untuk meperketat keamanan. Namun nyata polisi dan FBI tak percaya akan terjadi pencurian dan menganggapnya sebagai omong kosong. Akhirnya kasus pencurian pun benar terjadi untungnya Ben dapat melindungi deklarasi tersebut tetapi pada akhirnya malah ia yang menjadi target polisi karena polisi tersebut mengira Ben adalah pencurinya. Tak ambil pikir masalah itu, ia tetap mencoba untuk meneliti bagian belakang deklarasi, namun lagi lagi pada akhirnya itu hanya membawanya menuju petunjuk lain yang serasa tak ada akhir. Petualangan yang rumit akhirnya terus ia jalani bersama temannya, dimana ia dituntut harus berfikir untuk memecahkan teka teki di setiap petunjuk yang datang serta tetap sigap untuk bersembunyi dari kejaran Ian dan polisi sang terus terusan mengintainya. Namun Ben tetap teguh dan percaya bisa menemukan harta karun nasional.

Film besutan sutradara John Turteltaub ini memang layak untuk dijadikan salah satu tontonan bagi mereka yang yang menyukai petualangan dan aksi. Bagaimana tidak? Hampir sebagian besar inti dari film selalu mengundang aksi kejar kejaran. Dari awal saat dimana san protagonis Benjamin akan dibunuh dikapal yang hampir meledak, atau bahkan aksi saat Benjamin kabur dari sergapan Ian dan polisi maupun FBI yang mengintai. Dengan dibintangi aktor papan atas Nicolas Cage, peran dari Benjamin pun seakan lebih terlihat ekspresional. Hal ini dapat dilihat di setiap sudut ketegangan dalam aksi yang seakan larut dan menyatu dengan film. Setiap ekspresi wajah maupun geraknya sangat nyata, seakan akan memang benar ia sedang mengalami sesuatu yang sulit pada saat itu.

Selain itu jika berbicara tentang petualangan, film ini bisa dibilang tidak main main. Unsur petualangannya sangat terasa seakan memang penonton dibuat menginginkan sang protagonis untuk berhasil dalam menjalankan setiap aksinya, mulai dari keberhasilan dalam memecahkan setiap petunjuk yang memberatkan maupun untuk bersembunyi tanpa diketahui oleh musuh musuh sang protagonis. Di lain hal skenario cerita yang digunakan juga sangat jelas entah bagaimana satu sejarah tertentu dapat saling memiliki keterkaitan antara suatu petunjuk yang ditemukan, dan petunjuk baru yang ditemukan dapat mengarah ke bagian sejarah lain yang tentunya berbeda lagi. Selain itu penjelasan nilai sejarahnya juga sangatlah mendetail.

Untuk bagian setting-nya juga tak bisa dianggap remeh, hampir semua short scene seperti penjelasan saat Benjamin diceritakan oleh kakeknya berisi latar yang berbeda beda, dimana latar tempat maupun karakter terkesan memang pas seperti ia memang sedang hidup di zaman yang diceritakan. Dari kostum sampai kejelasan properti yang digunakan memang patut untuk diancungi jempol.

Namun terlepas dari segala kelebihannya, tak menutup untuk adanya kekurangan. Salah satunya ialah karena film ini banyak mengungkap sejarah, jadi mungkin banyak orang akan dibuat pusing oleh alur dari film. Entah bagaimana setiap petunjuk yang diberikan selalu berkaitan dengan sejarah tertentu, akan serasa sulit untuk memahami segala maksudnya walaupun mungkin penjelasan yang diberikan sudah sangatlah jelas. Selain itu pengenalan tentang beberapa organisasi yang diterangkan seperti freemason hanya dijelaskan sepintas. Hal ini tentunya membuat seorang untuk mencari lagi lebih lanjut tentang apa yang diterangkan sebelum bisa mengerti ke penjelasan selanjutnya. Penjelasan akan teka teki yang lama juga membuat elemen dari petualangan terasa sangat singkat, jadi jika seseorang hanya sedikit memperhatikan isi cerita, ini tentu bisa membuat bingung akan petunjuk petunjuk dimana selalu berurutan satu sama lainnya. Walaupun begitu film “National Treasure” tentu dapat dikategorikan menjadi tontonan yang asik bagi orang yang menyukai elemen misteri dan teka teki di suatu petualangan dan aksi. (Mahendra/Akademika)

Editor: Teja S/Akademika