Ngobrolin Makan untuk Masa Depan

Ruang Makan proyek sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2015 Universitas Udayana, Jumat (29/6/2018) menyelenggarakan Konfrensi Pers di Kubu Kopi. Kampanye sosial yang digalakkan dengan maksud untuk mengajak masyarakat luas untuk lebih peduli akan makanan mereka.

Denpasar – Sebagai salah satu kebutuhan dasar makhluk hidup di bumi, makan menjadi keperluan yang harus dipenuhi. Sayangnya, persoalan pangan tak senikmat sajian menu restaurant. Berangkat dari temuan data dari organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bahwa Indonesia diperkirakan akan mengalami krisis pangan pada 2050 mendatang (dikutip dari laman online http://www.fao.org). Di sisi lain, hasil survei ‘Habiskan Makananmu’ dari Ruang Makan menemukan dari 443 responden masyarakat Denpasar dan Badung, 54,6% responden pernah menyisakan makanan. Statistik ini menunjukkan kondisi pangan Indonesia pada tahun 2050 akan mengalami krisis jika tidak kita sikapi sejak dini.

Berawal dari latar belakang tersebut, akhirnya Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana sepakat untuk mengadakan gerakan kampanye sosial #MakanSampaiHabis dan #MakanSecukupnya yang dikemas dalam acara Ruang Makan. Kampanye ini membawa misi mengajak masyarakat untuk sadar akan limbah makanan dan peduli terhadap pangan serta lingkungan.

Tidak sendirian, Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015 menggandeng Wisnu Foundation, salah satu yayasan yang  berfokus pada pemberdayaan komunitas dan pangan lokal untuk bekerja sama dalam gerakan kampanye sosial ini. Ni Putu Indriana Purwaningsih selaku Project Manager acara Ruang Makan memaparkan alasan berkolaborasi dengan yayasan Wisnu Foundation dalam acara ini. “Yayasan Wisnu Foundation memiliki visi dan misi yang satu dengan tujuan Ruang Makan, salah satu visi misinya itu adalah tentang lingkungan dan pangan gitu. Jadi sama dengan tujuan acara kami,” jelasnya.

Kampanye sosial yang dimulai sejak penghujung Bulan April hingga akhir Mei 2018 ini dilakukan secara daring dan luring. Berbagai informasi mengenai pangan dan lingkungan disampaikan ketika kampanye secara luring ke bangku sekolah mulai dari tingkat dasar hingga SMP se-Denpasar dan Badung. Di saat yang sama pula, kampanye secara daring gencar dilakukan via media sosial mulai dari Instagram & Twitter (@ruangmakan_) hingga Facebook (Ruang Makan) & akun Line (@jzk289v). Tak hanya itu, panitia ruang makan juga menyuarakan gerakan #MakanSampaiHabis dan #MakanSecukupnya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) ketika Car Free Day di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar (24/06).

Tidak terhenti sampai kampanye yang berbentuk sosialisasi, tim Ruang Makan juga menggelorakan gerakan #MakanSampaiHabis dan #MakanSecukupnya dengan mengajak masyarakat semua kalangan berjumpa pada 1 Juli 2018 mulai pukul 16.00 WITA di Bokashi Farm, Jl. Waribang, No. 27X Kesiman – Denpasar. Kegiatan ini akan diramaikan dengan acara Free Foods untuk 200 orang yang berpartisipasi dalam gerakan Ruang Makan. Selain itu, puncak acara Ruang Makan ini pula akan disemarakkan dengan berbagai hiburan band dari 3G Band, Stand Up Comedy oleh Dode Channel, hingga sesi Memo Ruang Makan bersama Robi Navicula. Adapula kegiatan demo masak yang dibalut dalam sesi Menu Hari Ini bersama Chef Nanda serta akan ada sesi Obrolan Ruang Makan yang mendiskusikan mengenai pangan bersama Catur Yudha Hariani (Direktur Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bali), Arya Nanda Widhi Sadewa (Chef) dan Lia Rinikah (Tim riset Ruang Makan).

Gerakan peduli pangan dan lingkungan dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana bersama Yayasan Wisnu Foundation pun mendapat dukungan dari 30 komunitas di Bali. Melihat dukungan positif dari berbagai pihak, Indri berharap melalui acara seperti Ruang Makan ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk belajar membiasakan diri menghabiskan makanan dan menjaga lingkungan. “Mulailah dari hal kecil dulu untuk menyelamatkan bumi, salah satunya dengan tidak menyia-nyiakan makanan,” tandasnya. (Kenaka/Akademika)

Editor: Juniantari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *