Pemira, Kampanye Minimal Tujuh Fakultas

Baliho pengumuman kandidat capresma sebagai bentuk kampanye dalam pemira

Sesuai dengan UU KPRM (Komisi Pemilu Raya Mahasiswa) pasal 22, masa kampanye berlangsung sejak dimulainya masa kampanye hingga awal masa tenang. Sehingga ditetapkan masa kampanye berjalan tanggal 13-25 November dalam bentuk apapun selama tidak termasuk dalam tindakan yang dilarang dalam pasal 39.

Salah satu persyaratan kampanye yaitu mengadakan pertemuan tatap muka minimal di tujuh fakultas. Syarat ini diharapkan akan menciptakan kontak yang lebih dekat antara setiap pasangan dengan fakultas yang akan mereka temui.

“Mereka harus turun minimal di tujuh fakultas, karena mewakili hampir setengah dari seluruh fakultas di Unud. Dan otomatis mereka sudah memperkenalkan diri ke setengah dari fakultas di Unud,” ungkap Adi Kurniawan, Ketua KPRM pada Minggu (25/11).

Kedua kandidat mengaku bahwa mereka telah memenuhi persyaratan. Calon nomor urut 1, Timi-Ciria menyebutkan bahwa mereka sudah melakukan kampanye di sembilan fakultas. Sementara pasangan nomor urut 2, Angga-Adit hampir memenuhi target untuk berkampanye di tiga belas fakultas. Hambatan yang mereka lalui pun hanyalah masalah keterbatasan waktu yang juga bertabrakan dengan libur Tahun baru Hijiriah dan libur fakultatif. Sehingga mereka baru memulai kampanye mereka pada hari Senin (19/11) kemarin.

Menariknya kedua pasangan ini mengaku mengalami sedikit kesulitan untuk berkampanye di fakultas dari calon lainnya. Seperti untuk pasangan Timi-Ciria. “Kami kesulitan untuk menghubungi Ketua BEM dari Fakultas Pertanian. Kami tidak menganggap hal tersebut sebagai bentuk boikot,” jelas Timi. Secara positif mereka mengungkapkan bahwa mereka menoleransi kesibukan Ketua BEM Fakultas Pertanian, sehingga belum sempat memberi respon pada permintaan mereka untuk berkampanye.

Sedangkan pasangan Angga-Adit belum sempat mengadakan kampanye di Fakultas Teknik, yang merupakan fakultas yang membina Ciria. Hal ini menurut mereka tidaklah berkaitan dengan persaingan, karena mereka sendiri telah melakukan diskusi dengan pihak Senat Fakultas teknik. Hal tersebut semata-mata hanyalah mengenai keterbatasan waktu.

“Kami sendiri telah melakukan konsolidasi dan juga diskusi dengan Ketua SMFT. Pemilu ini harus berlangsung dengan jujur adil dan bersih. Jadi, tidak ada kepentingan untuk membela satu pasangan dari satu fakultas,” ungkap Angga pada Jumat (23/11) lalu. (Uttari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *