Pengintegrasian Bahasa Bali dalam Kurikulum 2013

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 merupakan bagian dari lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004.

”Untuk pendidikan dasar, siswa merasa terbebani oleh jumlah buku pelajaran dengan materi yang banyak sehingga mempengaruhi psikologisnya. Oleh karena itu, dibuatkan kurikulum yang simple. Utamanya adalah Calistung yakni membaca, menulis dan menghitung.” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Komang Gede Merta Dana, S.H., M.H. saat ditemui Senin (15/1) lalu.

Kabid Dikdas juga mengungkapkan bahwa dalam kurikulum baru ini, ada pengintegrasian mata pelajaran. Dari 10 menjadi 6 mata pelajaran untuk sekolah dasar, kemudian 12 menjadi 10 mata pelajaran untuk tingkat menengah pertama. “Saat ini diberi nama tematik terpadu dengan pelajaran IPA yang digabungkan dengan Bahasa Indonesia,” jelas Merta Dana.

Apabila ditetapkan pada akhir Januari 2013, pemerintah hanya memiliki kisaran waktu 4 bulan dalam membenahi dan menyiapkan infrastruktur, mengingat kurikulum ini akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2013/2014 Juli 2013 mendatang. Pelatihan untuk guru yang kompeten dalam menyampaikan materi baru dan buku panduan yang sesuai juga akan dipersiapkan secara maksimal.

Uji publik yang diadakan akhir Nopember 2012 di kantor Disdikpora Provinsi Bali, hanya dipaparkan secara umum bahwa bahasa Bali diintegrasikan ke dalam Seni Budaya dan Prakarya serta Penjasorkes. Sedangkan mekanisme pengintegrasian, akan disosialisasikan nanti dalam kegiatan belajar mengajar. Uji publik digelar untuk mensosialisasikan kepada guru, dosen, pakar maupun pemerhati pendidikan sekaligus memperjelas mekanisme pengintegrasian Bahasa Daerah dalam kurikulum 2013.

”Kami dari dinas bersama rekan-rekan Guru Bahasa Bali dan Komisi IV DPRD Bali sudah berjuang. Tentunya Dinas berharap Bahasa Bali tetap menjadi mata pelajaran tersendiri, mengingat Bahasa Bali memiliki karakter tersendiri sehingga tidak mudah untuk diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain. Kita tunggu saja keputusan akhir dari pusat akhir Januari 2013 ini.” ujar Merta Dana saat ditemui di ruangannya, Senin (14/1) lalu. Dea & Sasmita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *