Pertanian Beraksi

pertanian beraksi

“Tjuck… Tjuck…  Tjuck …” Begitu bunyi cangkul mahasiswa/i yang menghantam tanah demi terbentuknya sebuah gundukan untuk tempat menanam.

Seperti itulah kesibukan yang akhir-akhir ini dilakukan oleh para mahasiswa/i Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Kegiatan ini sudah berlangsung semenjak seminggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Februari 2015, yang berlangsung di Kebun Percobaan Pegok Universitas Udayana. Kegiatan ini diikuti hampir seluruh mahasiswa/i Fakultas Pertanian Universitas Udayana baik dari kelas Reguler (kelas pagi) dan kelas Ekstensi (kelas sore) dan dari jurusan Agroekoteknologi, Agribisnis, dan Arsitektur Landscape yang di dominasi sebagian besar oleh angkatan 2014, yang mencapai jumlah sekitar 200 mahasiswa/i. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu proses pembelajaran di kampus, kegiatan ini termasuk di dalam Satuan Kredit Semester yaitu SKS Praktikum dalam salah satu mata kuliah. Mata kuliah Dasar-dasar Agronomi mengharuskan para mahasiswanya untuk melakukan kerja lapangan baik dari proses survei, pembersihan lahan, pengolahan lahan dan sebagaianya. Untuk praktik pertama kali, mahasiswa diwajibkan melakukan survei lahan. Survei lahan dilakukan untuk melihat sampah atau mikroorganisme apa saja yang ada di lahan tersebut. Selanjutnya, mahasiswa/i mulai melakukan pembersihan sampai pembentukan lahan seperti di lahan-lahan pertanian yang dapat ditemukan di daerah Negara, Tabanan, Gianyar serta sebagian kabupaten-kabupaten yang ada di Bali.

Kegiatan praktikum lapangan ini kemungkinan akan berlangsung hingga awal April nanti, dikarenakan banyaknya rangkaian kegiatan dalam penanaman hingga tumbuh menjadi tumbuhan sampai saatnya panen nanti. Terlebih lagi, praktikum ini hanya dilakukan seminggu sekali, yaitu setiap hari Jumat dan dimulai sekitar pukul 6.30 WITA. Beraneka ragam tumbuhan ditanam di Kebun Percobaan Pegok Universitas Udayana saat praktikum Dasar-dasar Agronomi ini. Dapat ditemukan tumbuhan berupa sayur-sayur, seperti kangkung cabut, sawi dan yang lainnya. Saat tumbuh dan sudah  siap panen nanti, Fakultas Pertanian belum ada rencana untuk melakukan pascapanen dengan pendistribusian untuk dijual atau disimpan sendiri. Mahasiswa/i masih sibuk untuk melakukan penanaman hingga sukses, terlebih lagi dalam menghadapi musim pancaroba dengan ketidakjelasan cuaca yang ada, seperti tiba-tiba hujan sehingga menggenangi lahan pertanian percobaan yang dikelola, hingga panas yang sangat terik sampai membuat lahan percobaan menjadi sangat kering dan pecah-pecah. Untuk mengatisipasi hal tersebut, mahasiswa/i Fakultas Pertanian Universitas Udayana harus dapat mengecek lahan secara berkala untuk beberapa waktu sampai saatnya lahan dapat beradaptasi dengan sendirinya di lingkungan. (Seina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *