PKM Merosot, Udayana Berbenah

Menurunnya minat mahasiswa terhadap PKM melatarbelakangi terlaksananya kegiatan Pelatihan PKM Universitas Udayana (Unud) pada Rabu-Kamis, 1-2 Agustus 2018. Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak kembali prestasi Unud di kancah nasional.

Berdasarkan buku Pedoman Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2017, PKM merupakan suatu wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan inovasinya di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, menerapkan dan menciptakan teknologi yang nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. PKM dilaksanakan pertama kali pada 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturasi di lingkungan ditlitabnas. Hingga kini, PKM menjadi ajang tahunan bergengsi bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebab dapat menaikkan peringkat perguruan tinggi di ranah nasional.

Meski merupakan ajang yang sangat bergengsi, ternyata masih banyak mahasiswa yang kurang menaruh minat pada PKM. Khususnya di Unud, antusias mahasiswa terhadap pembuatan PKM terus mengalami kemerosotan dari tahun ke tahun. Hal tersebut terbukti dengan jumlah usulan proposal PKM Universitas Udayana yang setiap tahunnya mengalami penurunan cukup tajam.

Data yang diperoleh dari USCC (Udayana Student Creative Centre) merangkum jumlah kelolosan Proposal PKM dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2015 jumlah proposal yang lolos didanai sebanyak 86 proposal, tahun 2016 sebanyak 63 proposal, tahun 2017 sebanyak 39 proposal dan di tahun 2018 sebanyak 28 proposal.

Jumlah ini terbilang cukup mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lain seperti Universitas Gajah Mada yang memperoleh pendanaan untuk 255 proposal, Universitas Brawijaya sebanyak 175 proposal dan Institut Teknologi Sepuluh November sebanyak 148 proposal.

Berakar dari permasalahan tersebut, pada tahun ini Unud berupaya untuk meningkatkan prestasi mahasiswanya dalam bidang PKM. Tujuannya tak lain agar Unud dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Upaya peningkatan tersebut pun diwujudkan melalui acara pelatihan PKM untuk mahasiswa Unud dengan mengusung tema “Merajut Generasi Kreatif, Inovatif, dan Berdaya Saing Unggul”.

Acara Pelatihan PKM 2018 merupakan hasil kerjasama antara BEM PM Universitas Udayana dan USCC dan dilaksanakan pada Rabu-Kamis, 1-2 Agustus 2018 di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Universitas Udayana. Pelatihan ini diikuti oleh 450 peserta dari ketiga belas fakultas di lingkungan Universitas Udayana.

Pande Putu Yogantara selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa pelatihan PKM diadakan guna mencari bibit-bibit inovatif serta merajut para generasi kreatif guna meningkatkan minat mahasiswa di bidang PKM. “Serta mencari ide-ide baru yang ada atau yang mahasiswa miliki dan tidak dapat tertuang. Jadi di sini ide-ide tersebut diwadahi,” lanjutnya.

Yoga juga mengungkapkan pandangannya terkait jumlah peminat PKM di Unud yang minim. Menurutnya, mahasiswa Unud memiliki minat yang cukup tinggi untuk berkecimpung dalam PKM. Sayangnya terdapat kendala berupa ketidaktahuan mahasiswa tentang alur pengajuan proposal dan cara penulisan PKM yang tepat. Selain itu, keterbatasan jumlah dosen pembimbing PKM yang ada menjadikan minat mahasiswa semakin berkurang.

“Terutama fakultas-fakultas yang bergerak di bidang Soshum. Saya lihat, mereka pikir PKM itu cuma tentang teknologi, hasil cipta padahal ada pengabdian masyarakat dan kewirausahaan yang bisa mereka lakoni,” tambah mahasiswa Fakultas Pertanian Unud ini.

Melalui pidato sambutannya, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa (BEM PM) Unud, Khosyi Rukito mengekspresikan kekecewaan sekaligus kritiknya terhadap permasalahan PKM ini. “Universitas Udayana berhasil memecahkan rekor di tahun 2018. Rekor diterima pendanaan dan pengiriman proposal paling sedikit,” katanya.

Ia pula menyebutkan terdapat sejumlah faktor yang mengakibatkan merosotnya prestasi PKM di Unud. Dibandingkan dengan kegiatan mahasiswa lain, PKM masih sangat kalah populer di kalangan mahasiswa Unud. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu berkurangnya jumlah proposal PKM dari Unud yang lolos untuk didanai pada tahun 2018.

Faktor-faktor lainnya pun dipaparkan Khosyi secara berturut-turut: 1) Belum ada sinergitas seluruh elemen kampus seperti rektorat, dekanat dan mahasiswa yang masih mempunyai ego masing-masing; 2) Pelatihan dan pembinaan yang belum terarah dan terorganisir; 3) Ada fakultas yang baru melakukan pelatihan menjelang jadwal pengunggahan PKM. Alhasil PKM yang dihasilkan pun tidak maksimal; 4) Pendanaan PKM di Unud masih kalah jauh dibandingkan dengan universitas lain; 5) Mahasiswa belum mau melibatkan diri dan apresiasi terhadap prestasi mahasiswa masih sangat minim selama beberapa tahun belakangan.

Seolah telah berkaca dari situasi, Unud akhirnya kembali gencar melakukan upaya demi meningkatkan prestasi di bidang PKM. Selain mengadakan pelatihan, di tahun ini Unud juga telah meningkatkan alokasi dana pendukung kegiatan yang berhubungan dengan PKM. Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan mengungkapkan bahwa pendanaan PKM di Unud mencapai 917 juta Rupiah.

“Dana ini akan kita bentuk untuk meningkatkan program PKM antara lain seperti pembentukan unit kerja USCC, lalu kita bentuk tim seperti tadi sejumlah dosen sebanyak 206 orang, kemudian pelatihan mahasiswa sebanyak 600 orang,” ungkapnya.

Dengan beberapa upaya yang telah dilakukan tersebut, Sudarma berharap agar kedepannya semakin banyak jumlah PKM dari Unud yang lolos didanai hingga ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Ia juga menambahkan akan memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang memperoleh juara di PIMNAS berupa pembebasan dari penyusunan skripsi.

Salah satu peserta Pelatihan PKM, Gusti Agung Putri Dwi Lestari mengatakan bahwa dirinya memang tertarik untuk mengikuti pelatihan PKM karena sering mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). “Harapannya agar mahasiswa Universitas Udayana lebih aktif lagi, PKM-nya banyak tembus didanai dan lolos PIMNAS,” papar mahasiswi Fakultas Teknik angkatan 2017 ini. Sementara Indra Premana, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2017 memberikan masukan untuk Pelatihan PKM Unud di tahun berikutnya agar berlangsung lebih meriah dengan pengisi acara yang lebih baik lagi. (Eva/Via/Akademika)

Editor: Kristika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *