Project X : “Sherlock Holmes” Dalam Negeri

Judul : Project X : The New Beginning Of Net Detective Indonesia

Penulis : Tim Penulis Net Detective Indonesia (NDI)

Penerbit : Visi Media Pustaka

Tahun : 2014

Kota : Jakarta

Jumlah : ix + 350 hlm

ISBN : 979-065-210-0

Genre : Misteri

Sebuah karya yang menarik kadang justru datang dari ide yang tidak disengaja. Net Detective Indonesia (NDI) bukan sekadar forum untuk bermain-main, namun mereka pula turut mencoba untuk berkarya. Karya pertama dari komunitas ini bisa dikatakan sebuah novel detektif yang tidak biasa. Karakter-karakter dalam novel yang berjudul Project X : The New Beginning Of Net Detective Indonesia ini di satu sisi mengingatkan pada tokoh-tokoh detektif yang sudah sangat melekat di benak pecinta novel detektif seperti Sherlock Holmes dan Detective Conan. Di sisi lain, buku ini turut memotret perkembangan realitas sosial dan politik Indonesia. Membaca lembar per lembarnya seolah membawa pembaca menjadi detektif dalam setiap kasus yang dikisahkan. Kode-kode dan puzzle yang sulit dipecahkan pun begitu menarik untuk diikuti.  Novel detektif ini terdiri dari sepuluh sub judul cerita dengan kasus-kasus berbeda namun terhubung dengan sebuah benang merah yang menjadi kunci pemecahan sebuah kasus.

“Jangan hanya melihat, tetapi cobalah untuk mengamati,” adalah kutipan dari Sherlock Holmes yang ada dalam novel ini. Benar memang! Sebab saat ini terdapat banyak kasus yang hanya dengan melihat, kita bisa langsung membuat kesimpulan akhir dari masalah tersebut.

Hampir sama dengan cerita detektif lainnya, alur cerita novel ini mampu mengecoh pembaca dengan ending yang tidak terduga. Ditambah lagi, tokoh-tokoh para calon detektif tidak monoton dalam satu usia atau pun jenis kelamin. Hal itu yang membuat novel ini jadi keren.

Novel ini dirangkai oleh sepuluh judul cerita dengan kasus yang berbeda seperti: Study in Celebes, Selamatkan Temanku!, Kasus Takashima Ryo Kei Bersaudara, Jatuhnya Sang Ilusionis, Crazy Density, Pelakunya Prakang?, Tragedi Pembakaran Panti, Bukti yang Tersembunyi, Pembunuhan di Dalam Lift, Clair de Lune dan Project X. Tak hanya itu, novel ini disisipi dengan kumpulan soal logika mngenalisis sebuah kasus pada bab Solve The Riddle. Novel ini dikemas begitu apik dengan warna sampul bewarna kuning yang begitu mencuri perhatian. Ceritanya pun tidak kalah seru dari bab prolog hingga bab terakhir yaitu Project X.

Novel menceritakan sebuah organisasi detektif swasta bernama Net Detektif Indonesia yang memiliki misi mengungkap kasus-kasus misterius yang terjadi di Indonesia. Berawal dari kekurangan personel, organisasi ini pun memutuskan untuk merekrut anggota baru. Melalui proses unik yang tidak disadari oleh orang-orang yang menjadi target, terpilihlah lima orang anak muda dengan karakteristik dan latar belakang berbeda-beda.

Pertama, Badai A. Rashad, biasa dipanggil Dai. Seorang arsitek yang memiliki analisis tinggi dan hobi menerapkan teknis menganalisis yang terinspirasi dari bacaan fiksi terkait detektif populer sepanjang masa, Sherlock Holmes. Ia mampu memecahkan kasus semacam penyiksaan hingga pembunuhan untuk penyaluran hasrat seksual pelaku yang membelit bos dan teman sekantornya.

Beralih ke Kota Surabaya, terdapat target kedua, yakni Stefan Valentino. Seorang murid SMP tapi banyak yang menganggapnya masih SD karena bertubuh pendek. Sedikit ceroboh, ahli dalam mengotak-atik komputer, dan suka cengengesan walaupun lawan bicaranya sudah menampakkan aura marah.

Ketiga, Aimee Dias Vany, seorang mahasiswi jurusan bahasa di Bandung tapi berhasil mendapatkan beasiswa untuk mengenyam pendidikan di Jepang. Sosok yang manis, memiliki daya analisis yang tinggi dan tergolong pemberani untuk ukuran seorang wanita. Lalu ada Harsana Loka. Sosok yang ganteng, pengangguran, tapi senang berkutat dengan buku. Seorang ahli logika dan genius dalam trik matematika.

Terakhir ada seorang mantan polisi yangmembenci polisi, Gilang Wijaya. Ia gampang terpancing emosi, berprofesi sebagai seorang tukang angkot dan pernah merasakan hitam-kelamnya dunia kriminal. Pengalamannya yang pernah menjadi polisi memberikannya keahlian dalam penyelidikan. Tapi ada satu kejadian yang dilakukan oleh tokoh ini dan memancing kejengkelan pembaca. Kejadian itu adalah saat Gilang justru memilih untuk diam dan bersikap selayaknya pengecut disaat terdapat aksi penculikan berlangsung tepat di depan matanya.

Apa yang mereka akan hadapi kemudian bukanlah kasus-kasus biasa. Mereka berhadapan dengan aneka kasus, baik yang penuh lika-liku dan tipu daya tingkat tinggi. Bisakah mereka bersatu dalam sebuah tim yang kompak? Sebahaya apakah kasus yang mereka hadapi? Secerdik apakah mereka?

Kekurangan dari novel ini adalah terdapat banyak kesalahan penggunaan huruf kapital sebagai awal kalimat. Sempat ada beberapa paragraf percakapan menggunakan tanda petik yang kurang sehingga membuat bingung pembaca entah itu sebuah percakapan atau alur cerita.

Secara keseluruhan novel detektif ini baik serta menarik untuk dibaca. Novel ini menjadi sebuah bukti bahwa cerita detektif karya dalam negeri itu pun bisa sama bagusnya dengan karya luar. Serta, meskipun novel ini mengangkat tema utama detektif, terdapat sedikit bumbu cinta lho dalam cerita ini.

Selamat menyelami kasus demi kasus dan menikmati pola berpikir para detektif muda dari komunitas pecinta novel detektif terbesar di Indonesia. (Ratih/Kristika/Juniantari/Akademika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *