Punapi Gatra Universitas Udayana Jembatani Mahasiswa dengan Rektorat

Suasana diskusi yang mengusung tema “Punapi Gatra Universitas Udayana”, bertempat di gedung Student Centre lantai 4, Sabtu (2/4)
Suasana diskusi yang mengusung tema “Punapi Gatra Universitas Udayana”, bertempat di gedung Student Centre lantai 4, Sabtu (2/4)

 

Turunnya peringkat Universitas Udayana menjadi tonggak persoalan yang tengah diperbincangkan. Isu – isu yang menyebar selain di areal kampus tetapi hingga lapisan masyarakat.  BEM PM mengadakan diskusi malam yang dihadiri oleh Badan Organisasi Mahasiswa tiap fakultas.

Badan Eksekutif Mahasiswa Perwakilan Mahasiswa telah mengadakan diskusi yang mengusung tema “Punapi Gatra Universitas Udayana”, Sabtu (2/4). Acara ini dihadiri oleh Ormawa, HMPS, LPM, BPM, DPM Unud. Acara ini bertujuan menyikapi Surat Keterangan Kemenristekdikti, yakni turunnya peringkat Unversitas Udayana.

 Acara diskusi berlangsung di gedung Student Centre lantai 4, sekitar pukul 19.00 wita. Jalannya acara diawali dengan penyampaian polemik mengenai turunnya peringkat Udayana, lalu dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari para perwakilan mahasiswa, dan disusul dengan solusi dari permasalahan yang terjadi saat ini.

Menurut Adi Suardika, peserta diskusi yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kekurangan yang ada di dalam fakultas menjadi salah satu faktor turunnya peringkat Unud jika dilihat dari empat indikator Kemenristekdikti diantaranya kualitas SDM, kualitas management, kegiatan mahasiswa, dan terkait publikasi penelitian.

”Terlihat di FISIP sendiri masih kurang dari segi SDM nya seperti tenaga pengajar di level S3. Untuk golongan Doktor, Profesor yang masih minim dan proses management seperti akreditasi di FISIP dan fakultas – fakultas baru yang mungkin belum begitu baik,” tuturnya.

Disisi lain, panitia pun sedang mengupayakan jalan keluar dari adanya permasalahan tersebut.  “Bukan hanya melakukan kritikan namun kami juga berupaya mencari jalan solusi untuk masalah ini dengan melakukan diskusi.” sahut salah satu menteri dari BEM PM Unud. Kelanjutan dari berlangsungnya diskusi bahwa pendapat – pendapat yang telah disampaikan akan dirangkum oleh pihak BEM PM dan melakukan audensi ke rektorat.

Tak bisa dipungkiri tidak sedikit pengajuan persepsi dari perwakilan mahasiswa yang mestinya disalurkan hingga Rektorat. Apabila lewat diskusi ini terjadi perubahan yang signifikan dari Rektorat, mahasiswa Unud yakin mampu mencetak prestasi yang lebih dari waktu lalu. Pernyataan itu pula didukung oleh Adi yang menyatakan  “setiap orang memiliki potensi dan kekurangan masing-masing jadi tidak ada salahnya kita mencoba di tahap ini, apa yang perlu di bina marilah kita sama-sama bina demi kemajuan Unud bersama. Saya yakin mahasiswa Udayana mampu menghasilkan prestasi yang lebih lagi.”

Adi Suardika selaku Gubernur BEM FISIP melontarkan harapannya, “infrastruktur perlu pemerataan dan pembenahan di setiap fakultas, kemudian untuk mekanisme yang jelas, terkait alur – alur untuk mengikuti suatu kegiatan sendiri pun tidak ada dana nya, jadi marilah kita sama – sama dari Universitas Udayana mengubah itu untuk kemajuan Unud kedepannya. Dengan adanya diskusi ini pula akan ada perbaikan terhadap kekurangan yang menjadi penghambat selama ini.”

Hal senada juga disampaikan oleh Pratama Santoso selaku dari Kementerian Kajian, Aksi dan Kebijakan Publik bahwa harapannya kepada pihak rektorat perihal isu turunnya peringkat Udayana. “Kami berharap upaya kami agar diskusi ini tidak hanya formalitas belaka namun juga ada tindak lanjutnya, dan juga agar hasil dari diskusi malam ini dapat berjalan dua arah dengan rektorat.”, jawabnya. Menteri muda ini pula berterimakasih kepada antusias dalam menanggapi persoalan dan kehadiran dari seluruh lapisan badan organisasi mahasiswa di Universitas Udayana. (Khania/Mega)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *