Puncak Bulan Bung Karno, Saatnya Mencetak Soekarno Baru

“Merdeka!” Sambil mengangkat tangan kiri yang mengepal, para hadirin yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum merayakan puncak Peringatan Bulan Bung Karno yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada Sabtu (21/6).

 

Suasana Acara Puncak Peringatan Bulan Bung Karno oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada Sabtu (21/6).
Suasana Acara Puncak Peringatan Bulan Bung Karno oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada Sabtu (21/6).

Acara Puncak Peringatan Bulan Bung Karno ini berlangsung di Panti Marhaenisme Jalan Banteng no.1 pada Hari Sabtu, 21 Juni 2013. Trian Wangsa Purwanto sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan Bulan Bung Karno mengatakan bahwa acara ini diadakan dalam rangka bulan Juni sebagai momentum dimana lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni. “Tujuan acaranya untuk mengingatkan kembali masyarakat pada substansi Pancasila itu sendiri dimana Paancasila itu terlahir dari pemikiran pejuang kita dulu dan Bung Karno sebagai Founding Fathernya.” ujar mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana ini.

Acara Peringatan Bulan Bung Karno ini sebenarnya dimulai pada tanggal 1 Juni, tapi secara resmi baru dibuka pada tanggal 6 Juni 2014 bersamaan dengan hari lahirnya Bung Karno. Pada peringatan Bulan Bung Karno ini menampilkan pameran 113 foto dan segala pernak – pernik Bung Karno, lomba esai dan puisi untuk umum, saresehan dengan alumni GMNI dan tanggal 21 Juni 2014 diadakan penutupan bertepatan dengan hari wafatnya Bung Karno. Lomba puisi sengaja diadakan untuk menumbuhkan penjiwaan terhadap bangsa dan lomba esai diadakan untuk memberi wadah dalam mengkritisi dan menulis hal – hal yang sedang terjadi saat ini sebagai bentuk kepedulian para peserta terhadap kondisi Indonesia. Lomba esai dengan tema “Mengapresiasi Ajaran Tri Sakti Bung Karno” ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa SMA di Bali hingga mahasiswa dari ITB. UNUD sendiri diwakili oleh dua orang mahasiswanya atas nama Putu Ayu Suastidewi dari Fakultas Kedokteran dan Putu Bagus Kresna Pradnyadhika dari Fakultas Pertanian.

Juara 1 lomba esai diraih oleh Ni Putu Sri Utami dari SMAN 3 Denpasar dan juara 1 lomba puisi Bung Karno dimenangkan oleh Heri Windi Anggara. Adi Wiguna Sudiartha, mahasiswa ITB yang menjadi juara 2 pada lomba esai Bung Karno menyarankan agar lomba seperti ini lebih sering diadakan. “Sering saja lomba seperti ini, kan lumayan mengasah kemampuan otak untuk mengkritisi dan memberi solusi pada masalah yang sedang dihadapi Indonesia.” ujarnya.

I Putu Sindhu Andredita selaku Ketua Dewan Perwakilan Cabang GMNI Denpasar menjelaskan bahwa kegiatan peringatan Bulan Bung Karno akan selalu diadakan tiap tahun secara rutin bersama alumni GMNI. “Bulan Juni merupakan peringatan sebagai hari lahirnya Bung Karno dan bulan wafatnya beliau. Dengan acara ini diharapkan mampu menyebarluaskan pemikiran Bung Karno. Seperti kata Bung Karno yaitu Jass merah, Jangan Sekali – sekali meninggalkan sejarah. Kita harus berpegang pada sejarah sehingga mampu mencetak Soekarno – Soekarno baru.” Bulan Bung Karno bukan hanya sekedar ajang seremonial, tapi harus diterapkan dalam kehidupan dan tetap berlangsung pada bulan – bulan berikutnya. Pameran foto – foto dan pernak – pernik Bung Karno masih bisa dilihat di Pantai Marhaenisme Jalan Banteng no 1 Denpasar dimana pada pameran ini juga terdapat tulisan tangan asli dari almarhum Ir. Soekarno. (Bgs)

You May Also Like