Rahasia “Cinta Tanpa Batas” Eyang Habibie

Talk Show Rossy Goes to Campus bersama Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang dipandu Rossiana Silalahi. (Foto: Dwi/Akademika)

“Perbandingan emosi dan akal itu, satu ditambah satu sama dengan seratus atau dua ribu, bukannya minus dua ratus atau dua ribu”

Rossy Goes to Campus (RGTC) hadir di Universitas Udayana Sabtu (26/01) dengan mengangkat tema “Cinta Tanpa Batas” bersama Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie (Presiden Ketiga Republik Indonesia). Acara ini bekerjasama dengan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dimana Universitas Udayana merupakan Universitas Negeri ke-12 yang telah dikunjungi.

Bertempat di Auditorium Widya Sabha Bukit Jimbaran Bali, RGTC dimulai dari pukul 13.30 Wita. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan talk show yang langsung dipandu oleh Rossiana Silalahi.

Ditanya mengenai latar belakang menulis buku Habibie & Ainun, Habibie pun menjawab, “Jika saya menulis buku tentang pesawat, kereta api, kapal selam itu sudah biasa. Ini lebih ke permasalahan manusia, buktinya best seller dan diangkat jadi film,” sahut Habibie.

Kata Habibie, ini merupakan kisah nyata dari pasangan kekasih muda, mulai dari tidak memiliki apa-apa sehingga dapat menyelesaikan apa saja yang mereka hadapi. Habibie juga menjelaskan bahwa manusia harus bersinergi positif dimana harus cinta terhadap sesama umat, cinta terhadap hasil karya dari umat manusia serta cinta terhadap pekerjaan. “Ketiganya harus bersinergi positif ditambah dengan emosi dan akal,” jelasnya lugas. Habibie juga menjelaskan, bersinergi positif itu misalkan perbandingan emosi dan akal itu satu ditambah satu sama dengan seratus atau dua ribu, bukannya minus dua ratus. “Jadi kelima elemen tersebut harus bersinergi positif,” lanjut Habibie yang menggangap dirinya sebagai eyang dari mahasiswa.

Rossi juga memberikan kesempatan bagi penanya via twitter @rosisilalahi, dimana penanya yang terpilih dan berhasil memperoleh buku Habibie & Ainun disertai tanda tangan asli Habibie. Salah satu penanya tersebut adalah dari @ramadhanfariz, dengan pertanyaan “Apakah benar N250 akan bangkit kembali lima tahun kedepan?”. Habibie mengatakan benar, dan kini masih berusaha membuat perusahaan swasta yang tidak diganggu oleh politik, agar terjadi pemerataan di Negara Republik Indonesia.

Prof.Dr. I Made Bakta, SPPD selaku rektor Universitas Udayana memberikan penghargaan kepada Habibie sebagai Mahaguru Cinta. “Semoga semangat dari Habibie menjalar bagi anak kami, dapat melanjutkan janji bapak bagi negara RI,” pesan I Made Bakta.

Harapan Habibie untuk bangsa Indonesia, “Saya berpesan bahwa harus bersinergi positif dari budaya, agama dan penguasaan ilmu dan teknologi maka akan dapat meningkatkan produktifitas kerja”. Acara ini ditutup dengan pembacaan puisi Habibie untuk Ainun dan penampilan dari The Dance Company. (dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *