Rekapitulasi Secara Terbuka

Perekapan sekaligus pengumuman hasil rekapitulasi PEMIRA Unud 2015 dilakukan secara terbuka di Gedung Student Center lantai 4 Universitas Udayana Selasa (8/12) lalu. Dari 4730 total surat suara yang terkumpul, hasil perhitangan menunjukkan bahwa kemenangan diraih oleh kandidat nomor dua dengan selisih 596 suara.

Hasil rekapitulasi PEMIRA (Pemilu Raya) Universitas Udayana yang lalu sudah diumumkan. Surat suara dari 35 TPS pada 13 fakultas baik itu di kampus Sudirman maupun Jimbaran dikumpulkan dan kemudian direkap oleh panitia.
Perekapan sekaligus pengumuman hasil rekapitulasi dilakukan secara terbuka di Gedung Student Center lantai 4 Universitas Udayana Selasa (8/12) lalu. “Pada saat perhitungan, seluruh proses rekapitulasi langsung kami share melalui media-media sosial kami.” ungkap Rega Adhitya selaku ketua PEMIRA 2015.

Penghitungan suara dihadiri oleh hampir seluruh panitia PEMIRA beserta saksi yang dibawa oleh masing-masing kandidat. Dari 4730 total surat suara yang terkumpul, hasil akhir perhitungan menunjukkan bahwa kemenangan diraih oleh kandidat nomor dua dengan selisih 596 suara. Kandidat satu yakni pasangan I Dewa Gede Agung Pradnyadana dengan Riza Ibnu Fajar memperoleh suara sebanyak 1976 suara. Kemudian kandidat dua yakni pasangan I Ketut Bagus Mahendra dengan I Wayan Artadana memperoleh 2572 suara. 182 suara lainnya dianggap tidak sah.

Ketika ditanya mengenai antusiasme peserta PEMIRA 2015 dari masing-masing fakultas, Rega Adhitya mengatakan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), serta Fakultas Teknik Pertanian (FTP) adalah fakultas yang sangat antusias pada PEMIRA tahun ini. Ketiga Fakultas tersebut memiliki jumlah peserta golput atau yang tidak memilih lebih sedikit jika dibandingkan dengan fakultas lain. “Kebetulan kedua kandidat ketua berasal dari Fakultas Hukum. Jadi saya lihat dukungan dari asal fakultas kedua wakilnyalah yang sangat berpengaruh, FKP dan FTP saya lihat paling banyak berkontribusi dalam pemilihan,” tutur Rega Adhitya mengenai pengaruh jumlah suara yang masuk.

Selain FKP dan FTP, antusiasme pemilihan juga terlihat di FEB. Jumlah suara yang masuk untuk kandidat nomor satu dan kandidat nomor dua saling salip menyalip pada saat perhitungan. “Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sendiri, jumlah mahasiswanya tidak sedikit. Jumlah suara untuk kedua kandidat salip-salipan, jadi sangat berpengaruh untuk hasil rekapitulasinya.” Imbuh Rega.
(Denik)

You May Also Like