Sampah di Bualu Village Festival

Bualu Village Festival kembali dilaksanakan pada Minggu (18/04/2018). Acara tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat khususnya di daerah Nusa Dua ini pun kembali sukses mendulang kemeriahan. Sayangnya, antusiasme masyarakat yang tinggi tidak diimbangi dengan kesadaran dari para pengunjung yang justru mengotori lokasi acara dengan membuang sampah sembarangan.

Acara yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali persis setelah hari raya Nyepi di Catus Pata Desa Adat Bualu atau di perempatan Desa Adat Bualu, Nusa Dua kali ini dimeriahkan dengan lomba busana ke pura, lomba gebogan dan lomba tari. Selain itu pula terdapat acara lain yang menarik antusiasme warga, seperti Parade Baleganjur yang diikuti oleh banjar-banjar di kawasan Desa Adat Bualu. Selain bisa menikmati acara, pengunjung pun bisa mencicipi beragam makanan yang dijual di stand dan arena permainan. Namun ironisnya, keseruan acara turut diwarnai oleh sampah yang menggangu kenyamanan.

Sampah berserakan di sekitar lokasi, terutama di pembatas jalan raya yang digunakan oleh pengunjung sebagai tempat duduk. Kebanyakan sampah berasal dari pembungkus makanan yang tidak dibuang ke tempat yang sudah disediakan. Menanggapi banyaknya sampah berserakan di sekitar lokasi acara, Elma selaku salah satu pengunjung Bualu Village Festival mengaku merasa risih. “Risih karena banyak sampah berserakan dan tidak enak dilihat. Padahal sudah disediakan trash bag tapi masih pada buang sampah sembarangan,” ujarnya. Meski di lokasi acara sudah terdapat sejumlah trash bag, namun banyak pengunjung yang disayangkan masih membuang sampah sembarangan. Elma menambahkan, “Pengunjung harus sadar diri dan seharusnya berusaha untuk mencari tempat sampah dan tidak membuangnya sembarangan.”

Wayan Dekron, salah satu pengurus banjar turut menganggapi situasi yang terjadi sekaligus menambahkan terkait solusi yang sudah dipersiapkan untuk menangani masalah. “Mungkin pengunjung membuang dan meletakan sampahnya sembarangan karena situasinya yang ramai dan tidak melihat di mana tempat sampah tersebut diletakkan Namun jangan khawatir karena setelah acara selesai, sampah-sampah yang berserakan akan langsung dibersihkan oleh petugas kebersihan yang biasa bertugas di kelurahan yang berada di bawah naungan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan),” paparnya. Selain itu ia juga berharap agar kedepannya masyarakat bisa sepenuhnya sadar akan pentingnya buang sampah pada tempatnya dan dampak yang ditimbulkan apabila membuang sampah sembarangan. (Adnya/Kristika/Juniantari/Akademika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *