SDM Lokal Disepelekan Menjadi Pemateri?

Acara Student Day 2013 yang dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha, Bukit Jimbaran mengambil tema “Kristalisasi Nilai-Nilai Luhur Pancasila Menuju Insan Akademis Unggul dan Berbudaya.” Pengambilan tema tersebut pun bukan tanpa alasan. Tema tersebut dimaksudkan untuk mengubah pola pikir mahasiswa yang bersifat gaya barat seiring dengan perkembangan era globalisasi. Pola pikir gaya barat tersebut dicerminkan sebagai gaya hidup yang hedonis, individualis, serta mengubur jiwa-jiwa idealis. Maka dari itu sebagai bentuk perwujudan tema Student Day tahun ini adalah untuk mengajak mahasiswa berpikir idealis dan mampu menjadi insan yang unggul dan berbudaya.

Realisasi dari penanaman tema Student Day 2013 kepada calon keluarga baru civitas akademika Universitas Udayana ini adalah dengan menghadirkan pemateri yang mampu mengejewantahkan maksud tema tersebut. Tidak tanggung-tanggung, pemateri yang hadir pun berasal dari luar Bali sebanyak dua orang. Pemateri yang dihadirkan dipercaya mampu mengulas dan menguraikan bagaimana penerapan nilai-nilai luhur Pancasila agar menjadikan mahasiswa yang unggul dan berbudaya. Kemudian yang menjadi pertanyaan kenapa tidak mengundang pemateri yang berasal dari Bali? Bukan menampik bahwa tidak boleh mendatangkan pemateri dari luar Bali, namun hal ini terkesan menyepelekan pemateri dari Bali.

Di samping itu, mendatangkan pemateri dari luar Bali juga mengharuskan pengeluaran dana yang tidak sedikit. Seperti biaya untuk transportasi, penginapan dan honor jika perlu. Mendatangkan pemateri dari luar Bali memanglah tidak berlebihan, namun jika memiliki pemateri lokal yang berskala nasional mengapa tidak?

Jika menghadirkan pemateri dari Bali, setidaknya pemateri tersebut dapat menekankan nilai-nilai luhur Pancasila dengan bernafaskan Budaya Bali. Pengeluaran yang berlebihan pun kemungkinan akan dapat ditekan. Hal ini tidak menutup kemungkinan banyak pemateri dari Bali yang mampu menguraikan tema tersebut dan maknanya dapat diserap oleh para mahasiswa baru.

Terlebih lagi mengutip sambutan Presiden BEM PM Unud yang menyatakan kenapa tidak Universitas Udayana sebagai kajian budaya? Hal inilah yang semestinya dilakukan dengan memberikan kesempatan pemateri dari Bali untuk memberikan ulasannya tentang penerapan nilai luhur Pancasila terhadap kajian nilai budaya Bali. Alangkah baiknya jika pemateri nasional dan pemateri lokal mampu dikolaborasikan dalam pemaparan materi tema Student Day tersebut. Sehingga tidak hanya melihat tema secara nasional namun tetap berbasis lokal nilai-nilai budaya Bali. (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *