Selamat Tinggal Jalur Non Reguler Unud

Menggandeng perwakilan seluruh Lembaga Mahasiswa Eksekutif dan Legislatif di kawasan Unud, Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Unud mengadakan audiensi tatap muka dengan perwakilan Rektorat di Ruang Bangsa, Gedung Rektorat Lantai 3, Kampus Unud Bukit, Jimbaran (6/6/18). Salah satu bahasan perbincangan yakni peniadaan jalur Non Reguler sebagai langkah baru Universitas Udayana dalam menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019.

Selain perwakilan lembaga mahasiswa, turut hadir pula perwakilan dari pihak Rektorat yakni Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S. Audiensi dibuka oleh penjelasan Wakil Rektor I terkait tiga jalur masuk Universitas Udayana di tahun 2018 yaitu jalur SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Hal ini berbeda dari tahun ajaran sebelumnya di mana jalur program studi Non Reguler masih diberlakukan.

Antara mengatakan jalur masuk Non Reguler sesungguhnya bertentangan dengan ketentuan yang ada pada PP Permenristekdikti. “Jalur masuk ke perguruan tinggi negeri hanya ada tiga: SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Lihat ada Non Reguler di situ?” ucap Antara kepada hadirin. “Kalau saya melakukan perekruitan mahasiswa Non Reguler lagi, menyalahi Permen (Peraturan Mentri -red). Titik. Saya bertugas, ada aturan hukum yang jelas, dan saya harus konsisten patuh hukum.”

Lantas, kuota jalur Non Reguler akan dikemanakan? Jawabannya adalah dibawa ke jalur Mandiri dengan dekanat masing-masing fakultas yang akan menentukan jam kuliah mahasiswa tersebut. Menurutnya, meski jalur Non Reguler ditiadakan, bukan berarti kuliah sore tidak ada karena mahasiswa yang masuk dari jalur Mandiri berkesempatan untuk mendapatkan jam kuliah antara pagi atau sore. Satu lagi perbedaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kuota (Non Reguler dan Mandiri -red) digabung. Kita baru diperingatkan oleh kementrian per April ini. Sebelumnya tidak ada warning, kita tidak tahu, tadinya rencananya tetap ada Non Reguler,” tambah Antara. “Silahkan dekan masing-masing fakultas yang menentukan berapa mahasiswa yang kuliah di Sudirman, berapa di Bukit. Buatkan sistemnya berdasarkan data-data mahasiswa yang dibuat oleh dekan. Data mahasiswa yang diterima di mana, UKT berapa, SPI berapa mungkin ada kaitannya dengan lokasi kuliah,” sambungnya.

Adanya perubahan sistem masuk ke Unud ternyata berdampak ke aspek lain, yakni dana. Dengan ditiadakannya satu jalur masuk, otomatis akan menutup atau memotong salah satu jalur pendapatan dana Unud. Tak dapat dipungkiri bahwa jalur Non Reguler turut menjadi salah satu penyumbang income dana Unud. Disampaikan oleh Antara, menurut Wakil Rektor (WR) II Unud, dengan ditiadakannya Non Reguler dana kita berkurang 35 M dari perencanaan dana awal Unud.

Belum lagi adanya perubahan aturan lain dari Permenristekdikti yang mengatur mengenai tahun angkatan yang diperbolehkan untuk mendaftar masuk perguruan tinggi. Mulai tahun ini, hanya angkatan tiga tahun terakhir yang diperbolehkan untuk mendaftar perguruan tinggi. “Jika dulu orang tua yang sudah lulus 20 atau 6 tahun lalu dan mau kuliah lagi masih bisa, sekarang tidak. Waktu masih ada Non Reguler mungkin masih bisa seperti itu. Bagi kita rugi sebetulnya kehilangan peminat dari tahun sebelumnya, tapi tidak apa, itu ‘kan Peraturan Menterinya,” aku Antara.

Antara memaparkan di tahun 2018, Universitas Udayana membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa yang memiliki kuota atau daya tampung masing-masing. Jalur SNMPTN dan SBMPTN menerima minimal 30% dari daya tampung. Untuk jalur Mandiri menerima maksimal 30% dari daya tampung dan bersifat boleh dilakukan atau tidak oleh suatu perguruan tinggi. Untuk jumlah total mahasiswa baru tahun 2018, Unud menargetkan 11.000 mahasiswa.

Namun, terkait dengan adanya penutupan satu jalur penerimaan mahasiswa baru, Antara menjelaskan bahwa dirinya masih akan mengadakan konferensi pers untuk mengedukasi masyarakat terkait sistem yang baru. “Karena gini, banyak masyarakat di luar yang berpikir untuk lebih baik mengikuti jalur Non Reguler. Padahal Non Reguler itu tidak akan pernah ada,” ujarnya. Semua informasi terkait perubahan jalur masuk Unud ini dikemas di konferensi pers, sudah rilis tapi masih belum terkonfirmasi dengan baik. “Jadi besok saya akan konferensi pers lagi untuk dibuat artikel khusus, mulai tahun 2018 Unud tidak memberlakukan Non Reguler lagi. Yang minat Non Reguler supaya bergabung dengan jalur Mandiri,” tambahnya. (Naila/Akademika)

Editor: Kristika, Juniantari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *