Seminar Nasional BEM MIPA Unud : Tuntutan Berinovasi dalam Aksi

Tuntutan bagi masyarakat  mengenai dunia IPTEK sangatlah besar. Inovasi dan aksi nyata agaknya dapat menjadi sebuah awal yang baik dalam mengimplementasikannya. Hal itulah yang menjadi topik dalam Seminar Nasional BEM MIPA Unud (6/4) di Hotel Werdhapura, Sanur.

Ernest Prakarsa salah satu Stand Up Comedian yang turut menjadi pemateri dalam Semnas MIPA 6 April 2014 di hotel Werdhapura, Sanur Denpasar, Bali
Ernest Prakarsa salah satu Stand Up Comedian yang turut menjadi pemateri dalam Semnas MIPA 6 April 2014 di hotel Werdhapura, Sanur Denpasar, Bali

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam kehidupan manusia selalu mengalami peningkatan, sehingga membantu manusia dalam bersosialisasi dengan manusia yang lain. Adanya media digital seperti E-Learning yang dapat mempermudah mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu dari perkembangan media digital di dunia. Hal ini disampaikan oleh salah satu pemateri Seminar Nasional BEM MIPA Unud, Hendika Permana yang kerap disapa Hendik. Hendrik menjelaskan manfaat E-Learning untuk daerah yang tranportasinya bersifat rumit. Akan tetapi teknologi semacam itu kenyataannya lebih banyak digunakan oleh masyarakat perkotaan. “Sudah menjadi Life style atau gaya hidup masyarakat perkotaan, karena lebih dibutuhkan oleh orang perkotaan karena jarang ketemu.” Ungkapnya. Sedangkan menurut Hendrik di daerah pedesaan tidak terlalu memerlukan media digital atau sosial media, sebab mereka selalu berinteraksi. Namun semua itu juga terdapat sisi negatifnya, yakni orang-orang yang selalu menggunakan media digital untuk berkomunikasi cenderung menjadi individualis.

Tidak sampai disitu saja tentang penjelasan perkembangan IPTEK yangdisampaikan pada seminar ini. Hadirnya Indra Parusha selaku ketua dari Teater Kini Berseri juga bagi-bagi materi tentang penerapan teknologi di bidang kesenian. Indra mengaitkan pengaruh besar teknologi terhadap seni pertunjukan teater. “Sementara Bali masih konsumtif, masih banyak orang yang menikmati daripada membuatnya” ujar Indra. Ia sangat mengharapkan agar masyarakat tidak selamanya menjadi konsumen saja, melainkan Bali harus menjadi produktif di bidang teknologi, khususnya dalam pembuatan aplikasi-aplikasi di sosial media saat ini.

Kehadiran bintang tamu yang ditunggu-tunggu oleh para peserta, yakni seorang comic terkenal di Indonesia yang bernama Ernest Prakarsa juga turut memberikan tips agar bisa berbisnis lewat jejaring sosial Twitter. Dari ketua panitia pelaksana Agus Sara Sawita mengharapkan agar dengan diadakannya seminar ini para mahasiswa bisa menginovasikan pemikiran mereka tentang IPTEK dan menerapkannya. (Yoga Sumantara)

 

You May Also Like