Seminar Perempuan : Ketahuilah Hak-Hak Perempuan

Jumat (26/9) sekitar pukul 10 pagi, rangkaian acara Dies Natalis dan Reuni Agung Ikayana mengadakan Seminar Perempuan yang bertempat di Gedung Ksirarnawa lantai 2, Taman Budaya Art Center, Denpasar.

Ayu Pastika membuka secara resmi Seminar Perempuan yang didampingi oleh Prof. Suastika dan segenap undangan.
Ayu Pastika membuka secara resmi Seminar Perempuan yang didampingi oleh Prof. Suastika dan segenap undangan.

Segenap rangkaian acara Dies Natalis ke-52 dan Reuni Agung Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) berjalan sejak Jumat pagi. Sederet acara dikemas dengan apik oleh panitia penyelenggara. Salah satunya adalah seminar perempuan.

Seminar yang berlangsung di gedung Ksirarnawa lantai 2 ini, tidak hanya diikuti oleh alumni perempuandan mahasiswaperempuan saja, namun tidak luput juga bapak-bapak dan mahasiswa laki-laki. Seminar perempuan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa perlunya membangun sikap kemandirian dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Rektor Universitas Udayana Prof. Suastika, yang juga selaku ketua Ikayana mengungkapkan bahwa seminar ini bertujuan untuk memahami tentang hak-hak perempuan. “Saya sangat memahami dan juga saya sangat memperhatikan tentang hak-hak perempuan. Ini memang harus dibangun dan dibentuk. Dan apapun yang berkaitan dengan konsep-konsep gender ini harus diimplementasikan.” katanya seraya memberikan sambutan.

Ia menyarankan, ketika para wanita mengikuti seminar perempuan supaya mengajak suaminya. “Oleh karena itu di seminar ini para ibu-ibu kalau bisa jangan sendiri, ajak suaminya biar tahu, inilah hak perempuan.” imbuhnya. Selain itu Suastika juga menyatakan bahwa perempuan memiliki peran ganda dibandingkan dengan laki-laki. “Tugas ganda ibu-ibu ini justru tidak bisa dipikul oleh para laki-laki.” pujinya.

Seminar yang bertajuk ‘Peran Perempuan dalam Membangun Karakter Unggul, Mandiri, dan Berbudaya di Era Permisif’ ini secara langsung dibuka oleh Ayu Pastika selaku tim penggerak PKK Provinsi Bali yang ditandai oleh pemukulan gong. Ayu Pastika menjelaskan bahwa banyak sekali isu tentang perempuan yang memerlukan perhatian kita semua, mulai dari isu kekerasan dalam rumah tangga, peran sosial perempuan, peran politik perempuan, sampai tanggung jawab membentuk generasi bangsa yang kuat.

“Di era permisif saat ini telah membawa konsekuensi negatif antara lain, meningkatnya permasalahan sosial seperti tingkat kriminalitas yang tinggi, etika kehidupan kemasyarakatan yang menururun, serta berbagai konflik horizontal antara kelompok masyarakat yang membuat kita sangat prihatin.” terangAyu Pastika.

Dalam seminar ini dihadirkan tiga orang pembicara, yang semuanya perempuan, yakni ada Bintang Puspayoga, Prof. Suryani serta Cok Istri Agung Kusumawardhani. Dari Prof. Suryani para peserta seminar memperoleh pedoman dalam mengembangkan karakter yang positif yang membangun kemandirian, keunggulan, dan kepekaan sosial agar bisa melaksanakan fungsi sebagai warga masyarakat.

Sementara itu dari Cok Istri Agung Kusumawardhani, para peserta seminar dapat memahami upaya pemerintah daerah khususnya dan juga pemerintah pusat dalam memfasilitasi pengembangan anak-anak, putera-puteri sebagai individu agar kelak mereka memiliki kemampuan yang memadai guna menghadapi tantangan hidupnya masing-masing. Dan dari Bintang Pupayoga para peserta memperoleh pedoman dalam melaksanakan peran dalam mengembangkan diri, guna mengemban amanah sebagai ibu dalam memberikan manfaat bagi putera-puteri dan keluarga berdasarkan persepsi budaya. (Sui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *