Sosok Jurnalistik Kampus: Yulius Riyan Cika Pradana

Yulius Riyan Cika Pradana lahir  di Semarang 1995. Saat ini ia menjadi mahasiswa Universitas Udayana yang masuk pada tahun 2015. Yulius Riyan Cika Pradana yang akrab dipanggil Cika ini menjadi anggota dari Pers Akademika semenjak tahun 2016 pada waktu menempuh semester II dalam perkuliahan. Awalnya sebelum menjadi mahasiswa pada waktu di sekolah menengah, seorang mahasiswa dalam pandangan Cika adalah sosok orang yang berpendidikan dan berpemikiran luas. Kekagumannya terhadap mahasiswa cukup besar, namun hal itu berubah sedemikian rupa setelah ia menginjakkan kakinya di perguruan tinggi.

Sosok mahasiswa yang dahulunya ia kagumi kini dalam pandangannya telah berubah menjadi mahasiswa yang apatis, hanya mengejar IPK tinggi dengan soft skill yang kurang mumpuni. Hilangnya kepedulian terhadap rakyat yang tertindas atas kebijaka korporat, tumpulnya mahasiswa kritis, memudarnya pergerakan mahsiswa setelah era reformasi. Cika sendiri tertarik dengan kehidupan jurnalistik. Semenjak awal masuk kuliah dia berkeinginan untuk memperdalam dunia kejurnalistikan yang sarat dengan media dan publik.

Saat berproses menjadi anggota Pers Akademika, Cika terlebih dahulu mengikuti acara PJM (Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana. Ketidak ikutsertaannya pada kegiatan ospek membuat Cika kurang mengetahui tentang UKM yang ada dalam Universitas, tapi dia memperoleh informasi mengenai sekre UKM yang ada dalam lingkup kampus. Saat di Student Center (SC), disanalah Cika menemukan sekre dari UKM Pers Akademika, tak tunggu lama-lama Cika langsung mendaftarkan dirinya sebagai anggota pers dan mengikuti serangkaian acara-acara yang diadakan oleh Pers Akademika. Saat ini Cika telah menulis beberapa tulisan dan berita baik dalam lingkup kampus maupun luar dan telah dipublikasikan.

Semenjak menjadi anggota Pers Akdemika Cika semakin banyak mendapat pengetahuan dalam dunia pers dan ilmu jurnalistika yang semakin berkembang. Terkadang Cika juga mendapatkan Free Lance menjadi seorang wartawan dari Akademika. Maka tak heran jika ia punya beberapa koneksi para wartawan. Pada peliputan di lapangan tak jarang Cika mendapatkan sesuatu hal baru berupa wawasan yang sebelumnya tidak ia dapatkan. Keterbukaan dirinya membuat Cika mudah mendapat kawan dan berbaur bersama. Lingkungan berbeda tak jadi masalah demi mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang jurnalis, Cika tetap berada disini di pers Akademika mungkin sampai ia lulus kuliah. ( Akhmad Khoirul Munir )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *