SURPRISE JADI BISNIS

“Awalnya mau buat surprise untuk pacar justru jadi bisnis yang menguntungkan,” kata Edy saat diwawancarai mengenai bisnis yang sedang digelutinya.

 

Di zaman globalisasi yang semakin maju, memaksa orang untuk dapat mengikuti arus kehidupan, salah satunya mempunyai suatu pekerjaan. Umumnya orang orang akan berkeliar masuk keluar gedung demi melamar sebuah pekerjaan. Sangat jarang seseorang ingin membuat lapangan pekerjaannya sendiri, tapi siapa yang sangka dari ide ingin membuat kejutan demi sang pacar I Wayan Edy Pratama yang sering di panggil Edy Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Udayana kini membuat lapangan pekerjaannya sendiri.

JP Art Project adalah nama dari usaha yang sedang ia geluti yang kini telah berjalan selama 2 tahun. JP Art Project ini merupakan singkatan dari Jaya Pratama yang dimana berjalan dibidang seni yang ia jalankan bersama sang pacar, Komang Ati Tusyatiani Mahasiswi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas yang sama. “Produk kita berfokus pada desain, seperti color splash, sketsa, mug, dan yang paling diminati itu explosion box.” Terang Komang Ati Tusyastiani yang kerap disapa Atik.

“Awalnya tak semudah membalikan telapak tangan, tapi jika di ambil dari yang kecil kecil dulu nanti lamanya besar juga”.

Bagi Edy dan Atik perjalanan yang mereka lalui cukup berat. JP Art Project ini di kenalkan melalui mulut ke mulut. Promosi awalnya dimulai dari kisaran rumah tempat tinggal, teman teman di kampus dan telah melalui media social instagram. Selain bagian promosi pengerjaan untuk desain pun mereka lakukan secara otodidak. “Seperti yang dibilang tadi karena ingin memberikan surprise ke pacar mau gak mau kan harus belajar dulu, biasanya liat youtube karena teknik teknik mudah di cari dan dipelajari,\S” sahut Edy

Bisnis ini cukup menggiurkan, karena banyak adanya permintaan yang menyukai produk kita. Penghasilan yang dihasilkan sekitar 500 ribu rupiah pada bulan bulan biasa tetapi saat bulan Desember dan Februari karena pada bulan tersebut biasanya pesanan untuk perayaan hari Ibu dan hari Valentine dimana omsetnya bisa sampai 1 juta. Walau dengan omset yang menggiurkan itu tak menggoyahkan kewajiban Edy dan Atik sendiri sebagai pelajar.

“untuk masalah waktu berbisnis dan pengerjaan project biasanya di hari libur saja, tetap kita prioritaskan tugas kuliah,” kata atik

Disetiap usaha bisnis pastilahlah ada sebuah masalah masalah yang muncul, baik dari konsumen itu sendiri ataupun pengusaha. Perjalanan Edy dan Atik dari tahun 2015 di bisni yang mereka gelut sampai saat ini belum menemukan masalah yang berat dengan para konsumennya.

“Palingan kita berdua cuman miss komunikasi aja mengenai kriteria yang diinginkan pembeli selan itu lancar,” kata edy saat memaparkan permasalahan yang pernah ia temui. Selain bertemu dengan masalah JP art Project telah menjadi Sponsor yang mendukung kegiatan seperti seminar atau talkshow. Salah satunya pada Talkshow KIA Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Setelah 2 tahun berjalannya JP art Project Edy dan Atik kini memiliki sebuah mimpi yang ingin mereka wujudkan yaitu membentuk sebuah percetakan. Sadar akan besarnya mimpi mereka menambah semangat mereka dalam meningkatkan kualitas JP Art Project sendiri. (amn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *