Survei: Tepatkah Pergerakan Mahasiswa Aliansi BEM Se-Bali Dewata Dwipa?

Editor: Kiki Kristika

Polemik isu Revisi UU MD3 menuai kontroversi dikalangan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan adanya petisi melalui platform Change.org yang bertajuk “Tolak Revisi UU MD3, DPR Tidak Boleh Mempidanakan Kritik!” yang terus bergulir dan telah ditandatangani oleh warganet sebanyak 195.846 pendukung pada Rabu (28/02/2018), pukul 17:38 WITA.

Mahasiswa Bali yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Bali Dewata Dwipa pun turut peduli terhadap isu nasional ini, melalui aksi bertajuk “Revisi UU MD3: Refleksi Demokrasi Jaman Now”, di depan kantor gedung DPRD Bali pada hari Jumat (23/02/2018). Aksi demonstrasi turun ke jalan tersebut diikuti oleh empat perwakilan universitas di Bali yakni Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Saraswati, dan Politeknik Negeri Bali. Aksi ini murni merupakan inisiatif dari mahasiswa sebagai bentuk refleksi atas keresahan masyarakat di seluruh Indonesia.

Lantas, sudah tepatkah pergerakan mahasiswa Bali yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Bali Dewata Dwipa? Litbang Akademika telah melakukan survei serta menghimpun data sebanyak 73 responden. Survei menghasilkan acuan ukuran besar sampling sebanyak 62 responden menggunakan metode Teknik Acak Terlapis (Stratified Random Sampling), dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 5 persen. Responden merupakan mahasiswa asal berbagai universitas atau instansi di wilayah kota Denpasar dari angkatan tahun 2014 hingga 2017.

 

riset 2

Dalam riset dan survei yang kami kembangkan, terdapat hasil menakjubkan dimana sebanyak 50 dari 62 responden menyetujui aksi dari Aliansi BEM Se-Bali Dewata Dwipa lalu. Kebanyakan responden mengatakan setuju dan menilai mahasiswa memang seharusnya kritis dengan isu-isu yang berkembang.  Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa langkah mahasiswa Aliansi BEM Se-Bali Dewata Dwipa mendapat dukungan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat kepada wakil rakyat.

riset 4

Sementara tingkat responden yang mengetahui adanya aksi ini menuai keberhasilan, hal ini dibuktikan dengan presentase responden sejumlah 59 orang. Responden mengetahui pergerakan aliansi melalui gaungan media sosial, termasuk pula acara diskusi, seruan aksi, propaganda beserta kajian yang dihimpun.

riset 5

Jika melihat dari tingkat ketepatan sasaran, maka terdapat hasil yang beragam. Sebanyak 46 responden menyatakan aksi sudah tepat sasaran dikarenakan lokasi dari pergerakan mahasiswa di gedung DPRD Bali. Lokasi tersebut dirasa tepat untuk melakukan aksi yang merupakan langkah awal melawan penindasan pemerintah. Di sisi kontra, responden yang tergabung dalam kategori netral, tidak tepat sasaran dan sangat tidak tepat sasaran memberikan evaluasi berupa kritikan sekaligus saran terkait aksi. Responden mengatakan pergerakan mahasiswa aliansi ini sudah cukup baik, namun kajian yang mereka pergunakan masih belum mendalam. Seharusnya, Aliansi BEM Bali Dewata Dwipa melakukan banding kajian sebelum memutuskan melakukan aksi turun ke jalan. Ada pula yang menilai lebih baik melakukan audiensi atau pertemuan langsung dengan pihak yang diprotes sebab aksi “berteriak diluar gedung” dinilai tidak mendatangkan hasil nyata. Komentar-komentar lainnya dari responden yakni aksi tersebut hanya merupakan ajang pencitraan dan tidak mendapat respon oleh DPRD Bali sehingga tidak ada timbal balik ke masyarakat.

riset 3

Lantas bagaimana solusi yang dapat ditawarkan terhadap persoalan pergerakan mahasiswa yang sesuai dengan situasi saat ini? Sejumlah responden menjawab dengan melakukan audiensi atau diskusi dengan pihak terkait. Gerakan aksi lebih baik dibuat menjurus ke arah sosialisasi masyarakat akan revisi UU MD3 dengan tujuan memberi pengetahuan kepada masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Apabila masyarakat serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengetahui isu yang tengah menjadi polemik, hal itu mampu menarik keinginan mereka untuk turut bergabung dalam pergerakan dan melahirkan sebuah aksi besar dari Aliansi BEM Se-Bali Dewata Dwipa bersama elemen masyarakat. Selain langkah tersebut, petisi online merupakan opsi baik untuk ditempuh. Terdapat dua hal yang mampu diraih melalui petisi online yang ditanda tangani oleh khalayak luas; petisi dapat mengedukasi masyarakat terkait pergerakan aliansi sekaligus menampung dukungan dari berbagai pihak. (Ratih/Litbang/Akademika)