Teleconference yang Inovatif, Namun Kurang Efektif

Oleh: Elvina Esmeralda

Jumlah peserta PKKMB dari tahun ke tahun semakin bertambah. Ini terbukti dengan jumlah peserta tahun lalu sebanyak 3.047 peserta kini menjadi 3.555 peserta. Pertambahan peserta sekitar 500 orang ini dikarenakan adanya tambahan program studi atau jurusan baru dari 3 fakultas yang ada. Diantaranya Fakultas Kedokteran menambahkan program studi Kedokteran Gigi, Fakultas Pertanian dengan penambahan program studi Arsitektur Pertamanan dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dengan penambahan program studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Akibatnya daya tampung gedung yang disediakan tidak seimbang dengan jumlah mahasiswa. Sehingga gedung yang sebelumnya tidak digunakan kini digunakan menampung sisa mahasiswa yang tidak memperoleh tempat di dalam Auditorium Widya Sabha.

Mahasiswa yang tidak mendapat tempat di ruangan dalam Auditorium Widya Sabha diantaranya ditempatkan di ruang kesehatan dan ruang transit senat yang berada di sisi kiri dan kanan pintu depan masuk auditorium. Bagian gedung yang letaknya tidak sama rata dengan Auditorium Widya Sabha menyebabkan mahasiswa tidak dapat berinteraksi secara langsung dengan pemateri. Sehingga penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan LCD, proyektor, mikrofon, dan teleconference guna memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada. Dengan memakai teleconference cenderung tergolong inovatif karena hal tersebut belum pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Teleconference yang berjumlah dua tersebut ditempatkan di ruang kesehatan dan ruang transit senat. Sehingga meskipun mahasiswa tidak dapat melakukan komunikasi secara langsung, namun mahasiswa tetap dapat mendengar dan melihat apa yang disampaikan oleh pemateri.

Di sisi lain, interaksi tidak langsung ini menyebabkan mahasiswa kurang memperhatikan materi yang diberikan sehingga teleconference menjadi kurang efektif. Hal ini terbukti ketika suasana ramai saat materi diberikan. Selain itu, kurangnya antusiasme mahasiswa dapat dilihat dari tidak adanya peserta pada ruangan tersebut yang mengajukan pertanyaan.

Teleconference memang merupakan salah satu sarana yang inovatif untuk mengakali kurangnya daya tampung gedung. Namun panitia juga harus memperhatikan kondisi ruangan dan pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa. Ruangan yang cenderung sempit dan panas membuat pemahaman materi kurang maksimal. Padahal tujuan teleconference adalah agar materi tersebut tersampaikan kepada seluruh peserta PKKMB. Sehingga komunikasi yang tidak langsung tidak lagi menjadi penghalang untuk mahasiswa memahami materi yang disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *