Temu Rektor, Tampung Kegalauan Mahasiswa

“Saat ini Unud mencapai usia ke-50 temu rektor adalah hal yang tepat,” itulah yang disampaikan oleh I Dewa Ayu Made Sri Dwiastuti, ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) periode 2011/2012 pada pembukaan acara temu rektor sekaligus pelantikan DPM periode 2012/2013.

Temu Rektor sekaligus pelantikan ketua lembaga legislatif Universitas Udayana ini berlangsung hari minggu, 6 Mei 2012. Acara yang diselenggarakan di gedung baru student center ini dihadiri oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa dan Fakultas, Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas, Unit kegiatan mahasiswa, pembantu Dekan serta pegawai di lingkungan Civitas Akademik Universitas Udayana. Acara yang digagas oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa ini sebagai salah satu forum yang menampung segala aspirasi mahasiwa. “Kita sebagai mahasiswa akan lebih baik memberi tidak hanya menerima, ajang ini untuk menyambut Udayana ke-50 dan untuk mengetahui Udayana saat ini,” kata Dewa Ayu pada sambutannya.

Rektor Udayana, Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD. (KHOM) menyambut baik acara ini. Dalam wawancara yang dilakukan usai acara ini rektor yang menjabat selama dua periode ini mengatakan “saya kira ini acara yang baik, sebelumnya kita dulu sudah menyelenggarakan beberapa kali, kita mendengar dari mahasiswa apa permasalahan-permasalahan kita.” Dalam kesempatan ini Prof. Bakta juga berencana mengadakan pertemuan seperti ini berkala. “kita kuatkan intensifnya akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali,  setiap permasalahan akan kita follow up pada pertemuan berikutnya,” kata Prof. Bakta.

Banyak hal yang dikritisi dalam kesempatan yang tahun-tahun sebelumnya hanya diadakan satu tahun sekali itu. Dewa Ayu, yang juga notabene mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian dalam kesempatan temu rektor tersebut menyampaikan hasil mimbar mahasiswa. Berdasarkan mimbar mahasiswa yang sudah dilaksanakan berhasil menampung aspirasi terkait fasilitas kampus, “ternyata kampus kami bukit yang direncanakan menjadi world class University masih dalam keadaan terbengkalai , meja kursi banyak yang rusak, sapi ayam kampus, gedung tidak terurus,” ujar Dewa Ayu disertai dengan alat bantu slideshow.

Acara yang berlangsung lebih dari tiga jam ini lebih banyak membahas tentang kebijakan baru Unud yaitu BLU (Badan Layanan Umum). Dalam kesemapatan ini, Herry Indrawan, ketua DPM terpilih periode 2012/2013 banyak mengkritisi tentang BLU ini. Dalam aspirasi yang disampaikan mahasiswa Fakultas Pertanian ini mempertanyakan tentang jaminan agar kebijakan baru ini tidak akan diselewengkan kedepannya. Menanggapi hal ini Rektor Udayana  mengatakan bahwa BLU yang akan dilaksanakan sesuai UU BLU tidak akan diselewengkan karena udah ada pertanggungjawban. Dalam diskusi ini rektor juga merekomendasikan pada BEM dan DPM untuk bertemu dengan senat dan membuat keputusan-keputusan terkait BLU ini.  “Sehingga meski saya sudah tidak menjabat rektor berikutnya akan tetap melaksanakan keputusan itu,  ini strategi yang paling bagus agar menjaga  BLU tidak melenceng,” kata Prof. Bakta.

Presiden BEM Unud Elbinsar Purba yang juga hadir ikut urun pendapat. Mahasiswa Fakultas Hukum semester delapan ini menyampaikan tentang perlunya renstra (rencana strategis) yang mengatur mengenai kekonsistenan kuliah di Bukit atau Denpasar, menanggapi kelemahan-kelemahan BLU dan isu dana kemahasiswaan yang  akan berkurang  sebesar 50% pada tahun depan. Menanggapi hal tersebut Rektor yang pada acara tersebut didampingi oleh pembantu rektor III bidang kemahasiswaan mengatakan bahwa perlu adanya rencana kerja. Sedangkan berkaitan dengan BLU dikatakan bahwa “kelemahan-kelemahan BLU akan bisa diatasi secara sistematik.” Rektor juga menampik isu mengenai pemotongan dana kemahasiswaan untuk tahun depan, “isu itu tidak benar, tidak akan ada pemotongan hanya akan ada pergeseran dana anggaran dari PNBP ke dana dari APBN sehingga dana dari PNBP akan dikurangi.”

Para peserta yang hadir menjadi perwakilan mahasiswa juga antusias dalam menyampaikan permasalahan yang ada, rata-rata menyampaikan permasalahan seputar fakultas atau organisasi masing-masing. Beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari acara antara lain akan ada temu rektor tiap tiga bulan sekali, garansi sampai tahun 2013 tidak akan ada kenaikan SPP, pembangunan labskill dan gedung parkir akan diselesaikan pada tahun 2013  dan yang paling penting akan dibentuk team Kajian BLU dan RUU PT (Rancangan Undang-Undang Perguruan tinggi).

Acara yang memang khusus untuk menyampaikan unek-unek seputar kampus ini digagas untuk menjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan Rektor, dalam wawancara setelah acara berakhir Rektor mengatakan akan mendengarkan apa yang mahasiswa harapkan, mendiskusikan dan mencari penyelesaian. Rektor juga berjanji bahwa “penyelesaian harus benar-benar kita follow up, tidak sekedar ditampung-ditampung saja.” (Happy, Vera, Bhaskara)